Sentimen Virus Corona Masih Kuat, IHSG Rawan Koreksi

Sentimen Virus Corona Masih Kuat, IHSG Rawan Koreksi

Selasa, 17 Maret 2020 | 08:51 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Valbury Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak mixed dan rawan terkoreksi yang tetap diliputi ketidakpastian pasar global dampak dari virus corona. Kepanikan pasar global atas wabah virus corona belum juga mereda yang diperkirakan tetap menjadi perhatian pelaku pasar. Kendati sinyalemen positif hari ini bagi pasar dari indeks Dow Jones futures tentatif menguat. Namun sentimen ini diperkirakan hanya bisa menopang agar indeks global lainnya tidak jatuh dalam.

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Pemerintah telah menggelontorkan dua stimulus fiskal. Stimulus pertama bernilai Rp 10,3 triliun, sedangkan stimulus kedua sebesar Rp 22,7 triliun. Stimulus fiskal jilid II untuk menangkis dampak virus corona salah satunya pemerintah merelaksasi Pajak Penghasilan Pasal 22 Impor atau PPh Pasal 22 Impor. Pembebasan PPh Pasal 22 Impor itu terhitung mulai April hingga September 2020. Kebijakan ditempuh sebagai upaya memberikan ruang cashflow bagi industri sebagai kompensasi switching cost sehubungan perubahan negara asal impor. Relaksasi PPh Pasal 25 akan diterapkan, melalui skema pengurangan PPh Pasal 25 sebesar 30 persen kepada 19 sektor tertentu, Wajib Pajak KITE, dan Wajib Pajak KITE-IKM selama enam bulan terhitung mulai bulan April hingga September 2020 dengan total perkiraan pengurangan sebesar Rp 4,2 triliun. Relaksasi PPh 25 juga merupakan upaya mengubah negara tujuan ekspor. Di mana kata dia, diharapkan akan terjadi peningkatan ekspor. Pemerintah juga merelaksasi restitusi pajak pertambahan nilai (PPn) dengan restitusi dipercepat bagi 19 sektor tertentu WP KITE dan WP KITE-IKM.

Berkenaan dengan sejumlah stimulus fiskal yang diberikan untuk mengantisipasi dampak virus corona terhadap perekonomian diproyeksi akan tambah menekan penerimaan pada tahun ini. Sejumlah stimulus fiskal yang difokuskan pada industri manufaktur diestimasi senilai Rp22,9 triliun. Hal ini tentunya berimbas pada penerimaan pajak. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi penerimaan pajak pada tahun ini akan melemah sebagai efek lanjutan dari wabah virus corona. Namun, kebijakan fiskal dinilai harus tetap ekspansif untuk memberi stimulus pada perekonomian. Sementara itu, target penerimaan pajak pada tahun ini dipatok Rp1.642,6 triliun atau tumbuh 23,3 persen dari realisasi tahun lalu senilai Rp1.332,1 triliun.

Sentimen pasar dari luar negeri:
Otoritas moneter AS, The Fed memangkas suku bunga pada hari Minggu dalam pemotongan darurat kedua bulan ini. Fed As mengatakan, akan memperluas neraca setidaknya US$700 miliar dalam beberapa minggu mendatang dalam upaya untuk meredakan ketegangan di pasar keuangan. Kendati the Fed memangkas suku bunganya, akan tetapi kepanikan tetap menjadi inti dari masalah di pasar karena para pelaku tetap tidak yakin pelonggaran kebijakan moneter dan suntikan likuiditas bisa selesaikan krisis kesehatan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cegah Penularan Virus Corona, 70% Pegawai OJK Bekerja dari Rumah

Mulai Selasa (17/3/2020), OJK memerintahkan pegawainya untuk bekerja dari rumah atau work from home untuk mencegah penularan virus corona.

EKONOMI | 17 Maret 2020

Ikuti Koreksi Wall Street, Bursa Asia Dibuka Melemah

Bursa Asia dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2020) menyusul koreksi tajam di Wall Street.

EKONOMI | 17 Maret 2020

Harga Minyak Mentah Terjungkal ke Kisaran US$ 28 per Barel

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate turun 9,05 persen ke US$ 28,86 sementara jenis Brent turun 11,37 persen ke US$ 31,41.

EKONOMI | 17 Maret 2020

Lockdown Meluas, Bursa Eropa Kandas

Bursa Eropa ditutup melemah pada perdagangan Senin (16/3/2020) seiring dengan diberlakukannya shutdown demi mencegah penyebaran virus corona.

EKONOMI | 17 Maret 2020

Setelah Wall Street Anjlok, Indeks Berjangka Dow Naik 100 Poin

Indeks futures Wall Street naik berkat komitmen Pemerintah AS menyelamatkan industri-industri yang terdampak virus corona.

EKONOMI | 17 Maret 2020

Akibat Virus Corona, Wall Street Alami Koreksi Terparah Sejak 1987

Wall Street mengalami koreksi terparah sejak 1987 pada penutupan perdagangan Senin (16/3/2020).

EKONOMI | 17 Maret 2020

Industri Telko Hadapi Peluang dan Tantangan Imbas Virus Corona

Doni Ismanto Darwin melihat bagi pemain TIK, pencegahan penyebaran dampak virus corona bisa mendatangkan peluang usaha, tetapi di sisi lain juga ancaman.

EKONOMI | 16 Maret 2020

S&P 500 Dibuka Jatuh 8%, Perdagangan Bursa AS Terhenti

Pada 09:30 ET, Dow Jones Industrial Average turun 2.250,46 poin, atau 9,71 persen menjadi 20.935,16.

EKONOMI | 16 Maret 2020

Lima Inovasi Pertamina EP Dapat Hak Paten

Terobosan melalui inovasi diharapkan menjadikan proses menjadi lebih simpel dan efektif, serta optimalisasi produksi.

EKONOMI | 16 Maret 2020

Antisipasi Corona, BKPM Hentikan Layanan Offline OSS

Meski offline OSS dihentikan, BKPM tetap memberikan pelayanan terbaik untuk para investor.

EKONOMI | 16 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS