Jokowi: Ekosistem Logistik Nasional Belum Efisien
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jokowi: Ekosistem Logistik Nasional Belum Efisien

Rabu, 18 Maret 2020 | 14:26 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai ekosistem logistik nasional di Indonesia masih belum efisien. Hal ini membawa dampak tertinggalnya peringkat logistik nasional dibandingkan negara-negara tertangga.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Logistic Performace Index negara Indonesia di tahun 2018 berada di peringkat 46.

"Kita masih dibawah Singapura di peringkat tujuh, Tiongkok di peringkat 26, Thailand di peringkat 32, Vietnam diperingkat 39, Malaysia di peringkat 41, India di peringkat 44. Sekali lagi negara kita masih di peringkat 46," kata Jokowi saat memimpin ratas melalui teleconference di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/3/2020).

Tak hanya itu, peringkat Trading Across Borders yang mempengaruhi Ease of Doing Bussiness (EoDB) atau tingkat kemudahan berbisnis dalam dua terakhir ini masih stagnan di peringkat 116. Sementara, pemerintah menargetkan peringkat EoDB pada level 40.

"Masalahnya di mana? Saya melihat masalahnya ada di ekosistem logistik nasional kita yang belum efisien. Baik dari sisi waktu maupun dari sisi biaya," ujar Jokowi.

Padahal, permasalahan ini sudah dibicarakan sejak tiga hingga empat tahun lalu. Namun belum bisa menyelesaikan masalah yang ada di lapangan.

Diungkapkannya, biaya logistik di Indonesia masih tertinggi dibandingkan lima negara di ASEAN lainnya. Biayanya masih 24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara dengan Rp 3.560 triliiun.

"Padahal biaya logistik, biaya transportasi merupakan komponen terbesar dan transportasi yang tidak reliable membuat biaya inventori semakin meningkat," terang Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mencatat masih banyak keruwetan dari sisi birokrasi, seperti maish banyak pengulangan atau repetisi, duplikasi dan masih kuatnya ego sektoral kementerian atau lembaga sehingga berjalan sendiri-sendiri. Juga belum ada platfrom logisitik dari hulu sampai hilir. Padahal keberadaan platform ini sangat penting untuk membangun sistem yang terintegrasi dengan penerapan teknologi yang baik.

"Saya melihat karena tata ruang logistik yang tidak efisien. Penempatan terminal pelabuhan depo container yang tidak tepat yang justru memperbesar inefesiensi dan pergerakan barang kita. karena itu sekali lagi ekosistem logistik nasional kita harus kita perbaiki, harus kita tata," tegasnya.

Kerena itu, mantan Wali Kota Solo ini menyatakan sudah saatnya Indonesiai memulai membangun sistem logistik yang terpadu dari hulu sampai hilir. Mulai dari kedatangan kapal sampai masuk ke gudang, baik untuk ekspor maupun impor.

"Ini bolak balik saya sampaikan, pangkas birokrasi berbelit. Hapus repetisi duplikasi, sederhanakan proses dan lakukan standarisasi layanan dan standar teknis lainnya," jelas Jokowi.

Diakuinya untuk melakukan hal tersebuttidak mudah, tetapi pemerintah harus berani merancang platform logistik terintegrasi. Mulai dari single submission, single filling, single payment channel, single risk management, single monitoring, sampai sebuah pengambilan keputusan yang otomatis.

"Dan saya tekankan kolaborasi sistem menjadikan platform logistik tunggal, sistem interface dan saling terhubung tanpa harus menghilangkan sistem-sistem yang sudah ada. Saya yakin dengan kerja yang fokus, dengan peta jalan roadmap, program yang jelas dan terukur maka sistem logistik nasional negara kita menjadi lebih efisien. Biaya logistik yang terbuka transparan dan kompetitif, layanan logistik yang menjadi lebih murah dan lebih cepat. Saya kira target kita itu," paparnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 

BERITA LAINNYA

Pendapatan Nusantara Infrastructure Naik 26%

Pendapatan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) secara keseluruhan meningkat 26%. Lini bisnis jalan tol menyumbang per tumbuhan sebesar 25%.

EKONOMI | 21 September 2021

Dividen Interim Lippo Cikarang Berdampak Positif pada Lippo Karawaci

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), sebagai pemegang 84% saham LPCK, bakal menerima dividen interim sebesar Rp 126 miliar.

EKONOMI | 21 September 2021

Tahun Depan Pajak Karbon Diterapkan, BGK Ingatkan Pentingnya Sustainability Report

Kalau tak ada aral, pemerintah bakal menerapkan pajak karbon mulai, tahun depan. Rencananya ditetapkan minimal Rp 75 per kilogram (kg) karbon dioksida ekuivalen

EKONOMI | 21 September 2021

Anak dan Cucu Usaha PTPP Mulai Pembangunan SPAM Lintas Kota

SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar akan melayani lebih kurang 624.000 jiwa atau sekitar 102.000 sambungan rumah di lima kecamatan.

EKONOMI | 21 September 2021

Kurs Rupiah Stagnan di Kisaran Rp 14.240

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Selasa (21/9/2021), terpantau datar di kisaran Rp 14.240.

EKONOMI | 21 September 2021

IHSG Berpotensi Menguat, Investor Tetap Waspadai Support 5,982

MNC Sekuritas dalam risetnya, Selasa (21/9/2021), menyampaikan bahwa investor perlu mewaspadai akan adanya support di 5,982.

EKONOMI | 21 September 2021

IHSG Lanjut Melemah di Awal Perdagangan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,66% ke 6.036,09 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (21/9/2021).

EKONOMI | 21 September 2021

Semester I 2021, Jasa Raharja Catat Laba Rp 877,84 Miliar

Di tengah pandemi, Jasa Raharja mencatatkan kinerja positif dengan mencatat laba Rp 877,84 miliar pada semester I-2021.

EKONOMI | 21 September 2021

Fokus Pasar: Investasi Proyek Baterai Listrik Selesai Sebelum 2024

Proyek senilai Rp 15,6 triliun tersebut merupakan kerja sama LG Energy Group Solution, Hyundai Motor Group dan PT Industri Baterai Indonesia.

EKONOMI | 21 September 2021

Jumlah Pengguna Naik Signifikan, Pendapatan Trimegah Karya Pratama Melesat

Pengguna Ultra Voucher naik jadi 205.000 pengguna pada Juni 2021, dibandingkan sebelumnya yaitu sekitar 123.000 pengguna pada periode yang sama di tahun lalu.

EKONOMI | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Gunung Merapi Luncurkan 18 Kali Guguran Lava Pijar ke Barat Daya

Gunung Merapi Luncurkan 18 Kali Guguran Lava Pijar ke Barat Daya

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings