Harga Emas Turun Karena Investor Pilih Pegang Uang Tunai

Harga Emas Turun Karena Investor Pilih Pegang Uang Tunai
Ilustrasi emas. ( Foto: ANTARA )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 19 Maret 2020 | 06:26 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas kembali jatuh pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (19/3/2020), karena investor melepas kepemilikan emas untuk mengumpulkan uang tunai setelah langkah stimulus tambahan Amerika Serikat gagal menenangkan pasar akibat meningkatnya kekhawatiran atas penurunan ekonomi akibat virus corona (COVID-19).

Kontrak emas paling aktif di Bursa Comex untuk pengiriman April jatuh US$ 47,9 atau 3,1 persen, menjadi US$ 1.477,9 per ounce. Emas berjangka sempat melonjak US$ 39,3 atau 2,64 persen menjadi US$ 1.525,8 pada sesi sebelumnya.

Baca juga: Emas Antam Meroket Rp 25.000 Per Gram

Di pasar spot, emas merosot 2,7 persen menjadi US$ 1.486,82 per ounce pada pukul 14.28 waktu setempat (18.28 GMT).

"Emas terus melemah karena kepanikan penghindaran risiko (risk off) di pasar, dan diperdagangkan di bawah level psikologis US$ 1.500," kata Chief Derivative BMO, Tai Wong.

Baca juga: Lima Hari Tertekan, Akhirnya Harga Emas Menguat

"Likuiditas di sini, seperti di sebagian besar pasar, sangat terganggu dan kami perkirakan masih volatilitas berkelanjutan."

Meski sebagian besar analis percaya bahwa tekanan emas karena aksi ambil untung dan penghimpunan uang tunai oleh lembaga-lembaga perdagangan ekuitas, beberapa analis memperingatkan bisa saja hal ini menjadi sinyal deflasi, yang mengindikasikan awal kemungkinan resesi.

Pembuat kebijakan AS telah mengindikasikan kemungkinan negara itu memasuki resesi karena COVID-19.

Indeks utama Wall Street merosot. Dow Jones Industrial Average turun 1.338,46 poin, atau 6,3 persen menjadi 19.898,92, S&P 500 kehilangan 131,09 poin, atau 5,18 persen menjadi 2.398,1 dan Nasdaq Composite turun 344,94 poin, atau 4,7 persen menjadi 6.989,84. Saat ini S&P 500 turun sekitar 29 persen dari rekor penutupan tertinggi 19 Februari.

Lebih lanjut membebani emas, indeks dolar melonjak mendekati tertinggi dalam tiga tahun.

Federal Reserve AS pada Selasa (17/3/2020) mengatakan akan mengembalikan fasilitas pendanaan yang digunakan selama krisis keuangan 2008 untuk mendapatkan kredit langsung ke bisnis dan rumah tangga karena kekhawatiran krisis likuiditas akibat virus.

Pada Rabu, pemerintahan Trump meminta Kongres untuk menyetujui US$ 500 miliar dolar pembayaran tunai kepada pembayar pajak dalam dua putaran yang akan dimulai 6 April.

Harga emas telah anjlok lebih dari 12 persen atau lebih dari US$ 200 sejak melonjak melewati US$ 1.700 per ounce minggu lalu, karena investor melepas emas untuk mendapatkan uang tunai guna memenuhi memenuhi margin calls (kerugian) di aset-aset lainnya.

Logam mulai lainnya, perak pengiriman Mei turun 72,3 sen atau 5,79 persen, menjadi US$ 11,772 per ounce. Platinum pengiriman April jatuh US$ 60,3 atau 9,06 persen, menjadi US$ 605 per ounce.



Sumber: Reuters