Resmi Diluncurkan, Kartu Prakerja Berlaku Mulai April 2020

Resmi Diluncurkan, Kartu Prakerja Berlaku Mulai April 2020
Peluncuran Program Kartu Prakerja, di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, 20 Maret 2020 (Foto: Berita Satu/Herman)
Herman / IDS Jumat, 20 Maret 2020 | 10:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah resmi meluncurkan Program Kartu Prakerja, sebuah program bantuan biaya pelatihan bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilannya.

Dalam program ini, pemerintah melibatkan sejumlah startup digital untuk memberikan pelatihan melalui platform digital mereka. Delapan platform digital yang terlibat yaitu Bukalapak, Mau Belajar Apa, Pintaria, Ruang Guru, Sekolahmu, Tokopedia, Pijar Mahir, dan Sisnaker. Program ini juga melibatkan tiga mitra pembayaran yaitu LinkAja, OVO, dan BNI.

“Kartu Prakerja sesuai dengan Perpres 36 Tahun 2020 merupakan bantuan biaya pelatihan bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan atau pun yang tidak sedang mencari pekerjan, baik itu buruh, karyawan, korban PHK maupun lulusan SMK atau kejuruan berusia 18 tahun ke atas yang sedang tidak bekerja atau kuliah. Prioritasnya adalah pencari kerja muda,” Kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara peluncuran Kartu Prakerja di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Airlangga menyampaikan, bentuk pelatihan luring (offline) maupun daring (online) nantinya bisa dipilih oleh peserta program sesuai dengan minatnya. Melalui Kartu Prakerja, Pemerintah memberikan bantuan biaya pelatihan hingga Rp 7 juta per peserta sekali seumur hidup. Pemerintah akan membayarkan biaya pelatihan itu langsung kepada lembaga pelatihan melalui platform digital.

“Peserta nantinya juga diberikan uang transport Rp 500.000 yang dibayarkan tiga kali secara bertahap. Setelah pelatihan selesai dan peserta mengembalikan kertas survei untuk evaluasi pelatihan yang telah diikuti, mereka akan dapat lagi Rp 150.000,” terang Airlangga.

Skema Kartu Prakerja

Airlangga menjelaskan, skema Kartu Prakerja sangat mudah untuk diikuti. Setiap WNI di atas 18 tahun bisa mendaftarkan diri secara daring di situs Kartu Prakerja. Kemudian, mereka bisa memilih berbagai jenis pelatihan melalui platform digital mitra resmi pemerintah.

Selain dapat diakses pada www.prakerja.go.id, informasi mengenai Kartu Prakerja dan pelatihan yang tersedia juga dapat diakses melalui delapan platform digital milik mitra resmi Pemerintah. Registrasi untuk Kartu Prakerja baru akan dibuka pada awal April 2020.

Terdapat dua jenis pelatihan yang diberikan, yaitu daring maupun tatap muka. Juga ada pilihan program pelatihan 3-in-1 (three in one) yaitu pelatihan, sertifikasi, dan penempatan yang tepat untuk pencari kerja. Untuk setiap jenis program, Pemerintah bersama platform digital menyeleksi lembaga pelatihan yang berkualitas baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Para penyedia pelatihan dalam program Kartu Prakerja termasuk lembaga pelatihan swasta, lembaga pelatihan pemerintah, training center industri, universitas dan institusi pendidikan vokasi.

“Kartu Prakerja ini memang disiapkan baik secara online maupun offline. Khusus untuk offline, tahap awal ini dilakukan di Kepulauan Riau, Bali, Sulawesi Utara, dan Surabaya. Sedangkan yang online sudah bisa diakses secara nasional,” jelas Airlangga.

Program ini berjalan sesuai janji Presiden RI Joko Widodo untuk mengurangi jumlah pengangguran. Saat ini, dari sekitar 7 juta penduduk Indonesia yang menganggur, ada sejumlah 3,7 juta yang berusia 18-24 tahun. Pengangguran muda ini sebanyak 64% tinggal di perkotaan dan 78% berpendidikan SMA ke atas. Masalah terbesar yakni sekitar 90% dari mereka tidak pernah mengikuti pelatihan bersertifikasi.

Untuk tahun anggaran 2020, Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk sekitar 2 juta penerima manfaat program Kartu Prakerja. Airlangga menambahkan, Kartu Prakerja pun akan mendorong lembaga pelatihan dan dunia usaha untuk saling bekerja sama, sehingga lulusan lembaga pelatihan menjadi lebih mudah memperoleh pekerjaan.



Sumber: BeritaSatu.com