Jokowi Sebut Realokasi Anggaran Fokus pada 3 Hal Ini

Jokowi Sebut Realokasi Anggaran Fokus pada 3 Hal Ini
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / WBP Jumat, 20 Maret 2020 | 12:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan terkoreksi akibat pandemi virus corona, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan untuk melakukan realokasi anggaran dalam APBN dan APBD. Realokasi anggaran tersebut, ditegaskan Jokowi harus fokus pada tiga hal.

"Jadi anggaran-anggaran tersebut harus direalokasi untuk tiga hal," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) membahas topik kebijakan moneter dan fiskal menghadapi dampak ekonomi Covid-19 di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Pertama, memperkuat penanganan bidang kesehatan dalam pengendalian penyebaran Covid-19. "Ini yang paling utama" ujar Jokowi.

Kedua, memperbear program social safety net yang berupa bantuan sosial (bansos) yang akan memberikan dampak peningkatan konsumsi dan daya beli masyarakat. "Ini program bantuan langsung ke masyarakat, baik itu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), kartu sembako, rastra, semua segera diimplementasikan seawal mungkin," terang Jokowi.

Baca juga: Hadapi Pandemi Corona, Jokowi Minta Realokasi Anggaran

Tidak hanya itu, ia juga meminta Kartu Prakerja harus segera dimulai. Program ini diharapkan selain dapat memberikan scaling dan upscaling, juga untuk mengatasi hal yang berkaitan dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Selain itu, ia memerintahkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrrasi Abdul Halim Iskandar dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama seluruh kepala daerah dan kepala desa segara merealisasikan dana desa ke warga. "Terutama untuk hal berikatan dengan padat karya, padat karya tunai. Dan juga membantu penanganan covid-19. Ini yang harus diperbanyak," terang Jokowi.

Baca juga: Jokowi Minta OJK Fokus pada Kebijakan Stimulus Ekonomi

Mantan Wali Kota Solo ini juga menekankan program padat karya tunai di semua kementerian atau lembaga harus diperbanyak. "Saya ulang, program padat karyat tunai di semua kementerian/lembaga harus diperbanyak. Satu dua kementerian sudah mulai, tapi menurut saya perlu diperbanyak di semua kementerian lagi," paparnya.

Ketiga, lanjutnya, realokasi anggaran difokuskan membantu insentif ekonomi bagi pelaku usaha, khususnya UMKM serta sektor informal. "Ini penting sekali. Tolong digarisbawahi, UMKM dan sektor informal. Yang kedua yang berkaitan dengan bidang moneter," ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com