Kebijakan Bank Indonesia Hadapi Dampak Virus Corona Dinilai Sudah Tepat
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Kebijakan Bank Indonesia Hadapi Dampak Virus Corona Dinilai Sudah Tepat

Jumat, 20 Maret 2020 | 15:02 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Merespons dampak virus corona, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar pada 18-19 Maret 2020 lalu telah memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen. Suku bunga Deposit Facility juga diturunkan sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menilai kebijakan yang diambil BI dalam merespon kondisi terkini terkait penyebaran virus corona atau Covid-19 sudah tepat. Keputusan pelonggaran kebijakan moneter BI tersebut menurutnya juga sejalan dengan arah suku bunga bank sentral global yang cenderung turun dalam satu-dua bulan terakhir ini, di mana bank sentral AS sudah menurunkan suku bunga acuan sebesar 1,5 persen pada bulan ini, serta meningkatkan likuiditas dengan menggelontorkan quantitative easing untuk memberikan stimulus bagi sektor riil.

Josua memaparkan, langkah bank sentral AS yang agresif tersebut direspon juga oleh bank sentral global. Bank sentral Inggris, Bank of England (BoE) juga menurunkan suku bunganya sebesar 50 bps ke level 0,25 persen. Beberapa bank sentral di kawasan Asia & Pasifik juga turut merespon, di mana bank sentral New Zealand memangkas suku bunga acuan 75 bps menjadi 0,25 persen, sementara bank sentral Korea memangkas suku bunga 50 bps menjadi 0,75 persen, serta bank sentral Tiongkok juga kembali mengeluarkan stimulus dengan menyuntikkan likuiditas sebesar Yuan 100 miliar.

“Dengan pelonggaran kebijakan moneter BI tersebut, harmonisasi dengan stimulus fiskal yang bersifat counter cyclical seperti yang dirilis dalam paket stimulus jilid 1 dan 2, diperkirakan ini dapat membatasi potensi perlambatan ekonomi domestik lebih buruk lagi,” kata Josua Pardede saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (20/3/2020).

Terkait dengan transmisi moneter melalui jalur suku bunga, Josua memaparkan BI juga mengeluarkan tujuh kebijakan lainnya untuk dapat memastikan ketersediaan likuiditas rupiah dan valas, sehingga dampak penurunan suku bunga terhadap penurunan suku bunga kredit perbankan akan lebih cepat.

Tujuh kebijakan tersebut yaitu : 1) Memperkuat triple intervention; 2) Memperpanjang tenor repo SBN sampai dengan 12 bulan, dan menyediakan lelang harian dengan jumlah unlimited; 3) Menambah frekuensi lelang FX Swap tenor 1M, 3M,6M, dan 12M dari tiga kali seminggu menjadi setiap hari; 4) Memperkuat term deposit valas; 5) Mempercepat ketentuan berlakunya rekening Vostro untuk mendorong instrument hedging DNDF; 6) Memperluas insentif GWM rupiah yang semula hanya ditujukan bagi bank yang menyalurkan kepada aktivitas ekspor impor, diperluas kepada yang menyalurkan ke UMKM dan sektor lain; 7) Memperkuat sistem pembayaran.

Sementara itu menurut Kepala Ekonom Bank BNI, Ryan Kiryanto, langkah yang diambil BI sudah tepat sebagai respon sekaligus antisipasi perlambatan ekonomi domestik karena tekanan eksternal. Langkah BI ini juga memberikan kepastian terkait obyektivitas gambaran perekonomian nasional di 2020 ini dan di 2021 nanti. Pelaku pasar diharapkan bisa lebih tenang, sehingga tekanan ke pasar keuangan, pasar modal dan sektor riil bisa berkurang atau mereda. Investor portofolio dan investasi langsung diharapkan rebound sehingga IHSG di BEI dan rupiah bisa kembali menguat karena kepercayaan pasar membaik

“Sektor perbankan juga akan terstimulasi untuk menyesuaikan suku bunga guna merangsang pelaku usaha untuk ekspansi. Tentu di sisi permintaan harus diperkuat melalui jalur kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan atau countercyclical policy untuk menggairahkan kegiatan investasi dan ekonomi. Sehingga daya beli masyarakat terjaga, konsumsi rumah tangga tidak tergerus, belanja pemerintah membaik dibarengi dengan investasi langsung yang membaik juga,” kata Ryan.

Rupiah Melemah
Terkait dengan nilai tukar rupiah yang semakin melemah, Josua memaparkan fenomena yang terjadi adalah penguatan dolar AS terhadap mata uang dunia karena investor global “memarkirkan” dananya ke aset yang lebih aman, yakni dolar AS. Karenanya, BI mengeluarkan bauran kebijakan yang tidak tertutup hanya kebijakan moneter saja. Misalnya seperti penurunan GWM valas sebesar 4 persen yang dapat mendorong tambahan likuiditas valas sekitar US$ 3,2miliar. Selain itu, BI juga akan melalukan lelang FX Swap setiap hari dan mempercepat aturan ketentuan rekening vostro untuk investor asing, sehingga dapat diarahkan ke pasar Domestik NDF.

“Perlu kita cermati juga bahwa BI berada di pasar untuk melakukan triple intervention di pasar spot rupiah, DNDF dan pasar SBN. Selain itu, BI juga akan melakukan komunikasi yang rutin dengan pelaku pasar domestik dan investor asing dalam rangka terus meningkatkan confidence bagi investor, sehingga pasar keuangan domestik dan nilai tukar rupiah tetap stabil sesuai dengan fundamentalnya,” ujar Josua.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan, berkurangnya aliran masuk modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global memang telah memberikan tekanan kepada nilai tukar Rupiah, yang melemah sejak pertengahan Februari 2020. Hingga 18 Maret 2020, Rupiah secara rerata melemah 5,18 persen dibandingkan dengan rerata level Februari 2020, dan secara point to point harian melemah sebesar 5,72 persen. Dengan perkembangan ini, Rupiah dibandingkan dengan level akhir 2019 terdepresiasi sekitar 8,77 persen, seiring dengan pelemahan mata uang negara berkembang lainnya.

“Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar. Untuk itu, Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas stabilisasi di pasar DNDF, pasar spot, dan pembelian SBN dari pasar sekunder yang hingga saat ini sudah sebesar Rp 163 triliun,” kata Perry.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Garuda Tetap Layani Penerbangan ke Australia dan Belanda

Layanan penerbangan ini bentuk dukungan Garuda untuk memfasilitasi pergerakan WN Indonesia yang akan kembali ke Indonesia dari kedua negara itu atau sebaliknya.

EKONOMI | 20 Maret 2020

Erick Thohir Minta BUMN Besar Terbitkan Obligasi

Guna menarik devisa ke dalam negeri, Menteri BUMN Erick Thohir meminta perusahaan BUMN yang memiliki performa baik untuk menerbitkan surat utang (obligasi).

EKONOMI | 20 Maret 2020

IHSG Berbalik Menguat, Kurs Dolar Masih Perkasa atas Rupiah

IHSG berbalik menguat, sementara kurs dolar hari ini semakin perkasa atas kurs rupiah.

EKONOMI | 20 Maret 2020

BEI Perpanjang Tenggat Penyampaian Laporan Keuangan Emiten

BEI memberikan beberapa keringanan bagi pemenuhan kewajiban emiten berupa perpanjangan batas waktu penyampaian laporan keuangan.

EKONOMI | 20 Maret 2020

Tangani Corona, Pemerintah Realokasi Anggaran Rp 62,3 Triliun

Realokasi anggaran Rp 62,3 triliun, antara lain bisa dimanfaatkan Kemkes membeli alat pelindung diri dalam upaya menangani corona

EKONOMI | 20 Maret 2020

Petrosea Catatkan Laba Bersih US$ 31 Juta pada 2019

Pencapaian sepanjang tahun 2019 didorong oleh berbagai inisiatif strategis dan upaya transformasi guna memastikan sustainable superior performance perusahaan.

EKONOMI | 20 Maret 2020

Cegah Corona, Anteraja Tetap Layani Konsumen Optimal

Langkah preventif dilakukan di setiap kegiatan operasional mulai proses pick up, hingga sorting di gudang.

EKONOMI | 20 Maret 2020

Jokowi Sebut Realokasi Anggaran Fokus pada 3 Hal Ini

Memperkuat penanganan bidang kesehatan dalam pengendalian penyebaran Covid-19.

EKONOMI | 20 Maret 2020

Sesi Siang, IHSG Turun 70 Poin ke 4.034

IHSG sempat mencapai level tertinggi 4.113 dan level terendah 3.918.

EKONOMI | 20 Maret 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

MSCI index pukul 11.25 WIB melemah 37,7 poin (3,6 persen) mencapai 1.079,1.

EKONOMI | 20 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS