Dow Jatuh 900 Poin Akhiri Pekan Terburuk Sejak 2008

Dow Jatuh 900 Poin Akhiri Pekan Terburuk Sejak 2008
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 21 Maret 2020 | 05:34 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa AS pada perdagangan Jumat malam atau Sabtu pagi (21/3/2020) ambles. Dow Jones Industrial Average ditutup 913,21 poin lebih rendah, atau lebih 4 perse mencapai 19.173,98 setelah naik 400 poin pada hari sebelumnya. S&P 500 turun 4,3 persen menjadi 2.304,92. Nasdaq Composite ditutup 3,8 persen lebih rendah menjadi 6.879,52 setelah melompat 2 persen.

Dow Jones turun lebih dari 17 persen untuk minggu ini, penurunan satu minggu terbesar sejak Oktober 2008. S&P 500 kehilangan lebih 13 persen minggu ini setelah turun 11,5 persen minggu lalu. Nasdaq turun 12,6 persen. Baik S&P 500 dan Nasdaq memiliki kinerja mingguan terburuk sejak krisis keuangan tahun 2008. Dow 30-saham 35,2 persen di bawah level tertinggi sepanjang masa dari Februari 2020, sementara S&P 500 32,1 persen di bawah level tinggi.

Baca juga: Aksi Jual Saham Karena Corona Mereda, Wall Street Menguat

Sejumlah faktor yang menekan pasar pada perdagangan Jumat adalah pesanan tetap di negara bagian New York, pembalikan cepat harga minyak mentah dan penguatan dolar. Fluktuasinya harga minyak, yang telah kehilangan setengah nilainya dalam sebulan, mengarahkan investor untuk menjual aset di pasar lain.

Baca juga: Wall Street Menguat Ditopang Saham-saham Teknologi

Sumber Ronin Capital mengatakan kepada CNBC bahwa sebuah perusahaan kliring di CME Group, tidak dapat memenuhi persyaratan modalnya. Berita itu membebani saham dalam dua jam terakhir perdagangan. Ini tanda lain tekanan terhadap beberapa perusahaan di tengah penurunan tajam pasar.

"Pasar lebih dipengaruhi emosi dibanding data aktual," kata Chief Investment IndexIQ, Sal Bruno. "Itulah yang menyebabkan volatilitas."

"Kami melihat aset diperdagangkan, tanpa alasan kuat, tetapi hanya karena ketakutan," katanya.

Saham 3M yang menyeret Dow Jones, jatuh lebih 9 persen. Sektor teknologi S&P 500 turun 4 persen karena saham Microsoft ambles 3,8 persen dan Qualcomm merosot 6,3 persen.

Dow turun lebih dari 24 persen sepanjang Maret dan saat ini berada pada penurunan satu bulan terbesar sejak September 1931. S&P 500 telah turun 22 persen bulan ini dan menuju kinerja bulanan terburuk sejak Mei 1940.

Federal Reserve mengumumkan minggu ini sejumlah langkah-langkah stimulus di samping upaya Kongres. Bank sentral AS mengumumkan pada Jumat akan memperluas program pembelian asetnya untuk memasukkan obligasi daerah. Namun, langkah-langkah ini dinilai tidak mengurangi ketakutan investor.

Di New York pada Jumat, Gubernur Andrew Cuomo memerintahkan 100 persen bisnis untuk bekerja dari rumah. "Ketika saya berbicara tentang tindakan paling drastis yang bisa kita ambil, ini adalah tindakan paling drastis yang bisa kita ambil," katanya kepada wartawan.

Lebih dari 14.000 kasus COVID-19 telah dikonfirmasi di AS bersama dengan lebih dari 200 kematian, menurut Johns Hopkins University. Secara global, lebih dari 245.000 kasus telah dikonfirmasi.

Ketika corona menyebar, Ray Dalio pendiri Bridgewater mengatakan wabah corona akan menelan biaya bagi perusahaan-perusahaan AS hingga US$ 4 triliun, dan banyak orang akan bangkrut.



Sumber: CNBC