Penyaluran FLPP Kuartal Pertama Capai 8.550 Unit Rumah

Penyaluran FLPP Kuartal Pertama Capai 8.550 Unit Rumah
Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menetapkan target penyaluran bantuan pembiayaan perumahan FLPP sebesar Rp11 triliun yang terdiri dari Rp9 triliun anggaran 2020 dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok.  ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Imam Muzakir / FER Sabtu, 21 Maret 2020 | 16:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah melalui pusat pengelolaan dana pembiayaan perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) pada tahun 2020 menetapkan target penyaluran bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp11 triliun yang terdiri dari Rp9 triliun anggaran 2020 dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok.

Baca: Pembangunan Hunian Tetap di Palu Capai 60%

Tercatat penyaluran FLPP hingga per 19 Maret 2020 telah mencapai 8.550 unit rumah disalurkan dengan nilai Rp861,43 miliar. Angka tersebut terus meningkat jika dilihat pencairan sejak awal tahun 2020. Pada bulan Januari, FLPP yang telah disalurkan sebanyak 32 unit rumah, kemudian bulan Februari mencapai 3.192 unit rumah, angka tersebut terus bertambah hingga Bulan Maret berjalan yang saat ini telah mencapai total sebanyak 8.550 unit rumah.

"Terobosan pemerintah menciptakan aplikasi SiKasep dalam penyaluran FLPP ini tidak lain adalah bentuk dukungan penuh pemerintah untuk memastikan ketepatan sasaran penyaluran FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Melalui aplikasi SiKasep, maka penyaluran FLPP dapat terpantau dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin, dalam siaran pers, Sabtu (21/3/2020).

PPDPP telah memproyeksikan anggaran Rp11 triliun tersebut dapat didistribusikan dengan baik kepada seluruh mitra bank pelaksana penyalur FLPP hingga akhir tahun 2020 dengan pertimbangan kuota yang merata tiap bank pelaksana sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan berdasarkan data yang disajikan pada aplikasi SiKasep.

Baca: Keberpihakan Pemerintah Terhadap Rumah MBR Masih Rendah

Tercatat dalam database PPDPP per 19 Maret 2020, masyarakat yang telah menggunakan aplikasi SiKasep mencapai 115.415 pengguna terdaftar sebagai calon debitur, yang diantaranya sejumlah 42.923 pengguna dinyatakan lolos subsidi cheking dan 35.116 pengguna sedang dalam tahap verifikasi oleh bank pelaksana. Data tersebut menunjukkan tingginya antusiasme terhadap masyarakat aplikasi ini.

Arief Sabaruddin menjelaskan, ketersediaan rumah yang disajikan pada aplikasi SiKasep diambil berdasarkan data yang diajukan oleh para pengembang rumah FLPP melalui aplikasi SiKumbang (SiKasep untuk Pengembang).

"Adapun data yang harus diisi oleh para pengembang bersifat real time (terkini), antara lain seperti data rumah yg sudah terjual, dibangun, dan siap dijual. Selain itu pengembang juga perlu untuk memperhatikan aspek hukum terkait pembangunan perumahan, seperti pemenuhan dokumen, asuransi, keterhunian, maupun kelengkapan rumah seperti listrik dan air bersih," jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com