Ada Corona, Permohonan Perizinan Lewat OSS Meningkat

Ada Corona, Permohonan Perizinan Lewat OSS Meningkat
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia meluncurkan Pusat Kopi (Pusat Komando & Pengawalan Investasi) BKPM, Jakarta, 23 Maret 2020 ( Foto: istimewa / Istimewa )
Herman / MPA Senin, 23 Maret 2020 | 14:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Penyebaran virus corona atau Covid-19 tidak berdampak signifikan terhadap permohonan perizinan yang masuk di sistem Online Single Submision (OSS). Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan, jumlah permohonan yang masuk ke OSS bahkan mengalami peningkatan hingga 17,6%.

Sesuai dengan data pada OSS periode 14 Februari – 1 Maret 2020 (sebelum pengumuman Covid-19), jumlah pemohon perizinan yang masuk dalam OSS sebanyak 204.199 perizinan. Setelah pengumuman resmi pemerintah, periode 2-18 Maret 2020, jumlah pemohon perizinan meningkat hingga 240.178. Kenaikan aktivitas tertinggi terlihat pada jumlah pemohon Nomor Induk Berusaha (NIB) sebesar 18,99% yang sebelumnya sebanyak 39.618 NIB menjadi 47.144 NIB.

”Sampai dengan saat ini, permohonan perizinan melalui OSS terus berjalan, bahkan cenderung meningkat, khususnya dari sektor perdagangan dan kesehatan. Permohonan online terus berjalan termasuk hari Sabtu-Minggu, walaupun jumlahnya nggak sebanyak hari-hari kerja,” kata Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia saat meluncurkan Pusat Kopi BKPM, Senin (23/3/2020).

Pusat Kopi BKPM

Melalui Command Center atau populernya disebut dengan Pusat Kopi (Pusat Komando & Pengawalan Investasi) BKPM yang baru saja diluncurkan, Bahlil menyampaikan dirinya kini bisa langsung memantau permohonan perizinan melalui OSS secara harian.

Informasi yang dapat ditampilkan dalam Pusat Kopi BKPM, antara lain sentimen media sosial & media digital, statistik harian permohonan perizinan melalui OSS, Potensi Investasi Regional (PIR), tracking status perizinan suatu perusahaan (end-to-end), pemantauan perizinan melalui OSS yang sedang diproses K/L lainnya, serta realisasi investasi. Jenis perizinan yang dipantau oleh BKPM antara lain registrasi perusahaan, Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Usaha (IU), dan Izin Operasional Komersil (IOK).

Fungsi menarik lain dari Pusat Kopi yaitu dapat menampilkan data potensi investasi per wilayah yang ada dalam website BKPM Potensi Investasi Regional (PIR) www.regionalinvestment.bkpm.go.id. Potensi ini dapat disandingkan dengan data realisasi investasi di Indonesia secara berkala yang juga ada dalam Pusat Kopi. Data nilai realisasi investasi ini dapat dipantau baik secara nasional maupun provinsi/kabupaten/kota. Selain itu, data tersebut juga dapat diolah sampai dengan data investasi per sektor, asal negara, serta lokasi usaha.

“Kami dapat terus memonitor penyebaran investasi di seluruh negeri. Mungkin ada daerah yang potensinya besar tapi secara nilai realisasi investasi belum tinggi. Hal ini dapat menjadi bahan evaluasi, sehingga kami dapat menentukan langkah kebijakan yang diperlukan untuk menghasilkan investasi berkualitas,” tegas Bahlil.

Selain menyajikan data monitoring melalui layar besar, Pusat Kopi BKPM memiliki beberapa fasilitas lainnya seperti ruang presentasi, ruang rapat milenial, dan ruang Network Operations Center (NOC). Pusat Kopi juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan video conference dengan perwakilan BKPM di luar negeri serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk melakukan koordinasi tanpa melakukan tatap muka.



Sumber: BeritaSatu.com