Paket Stimulus Hampir Disetujui, Wall Street Melesat

Paket Stimulus Hampir Disetujui, Wall Street Melesat
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Rabu, 25 Maret 2020 | 06:01 WIB

New York, Beritasatu.com - Wall Street melesat pada penutupan perdagangan Selasa (24/3/2020) ditopang sentimen stimulus yang hampir disetujui Senat. Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat rekor kenaikan harian terbesar dalam 87 tahun terakhir.

Dow naik 11,36 persen (2.112,98 poin) ke 20.704,91, kenaikan harian terbesar sejak 1933. S&P 500 reli 9,4 persen ke 2.447,33, rekor kenaikan tertinggi sejak Oktober 2008. Sementara Nasdaq naik 8,1 persen ke 7.417,86.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan negosiasi stimulus dalam menghadapi dampak ekonomi virus corona hampir disepakati Kongres. Ketua Mayoritas Senat Mitch McConnell juga mengatakan RUU stimulus sebentar lagi mencapai garis finis.

Presiden AS Donald Trump mengatakan proposal paket stimulus US$ 2 triliun merupakan paket ekonomi terbesar dalam sejarah Amerika. Dia mendesak Senat segera menyetujui paket tersebut supaya perekonomian AS bisa kembali bergerak.

Beberapa isu yang menjadi ganjalan telah mencapai kesepakatan. Demokrat berhasil mendorong perlindungan selama empat bulan ke depan bagi pengangguran, pekerja lepas, karyawan yang dirumahkan, dan pekerja serabutan. Pemerintah akan memberikan US$ 600, di luar jumlah manfaat yang diberikan masing-masing negara bagian.

Anggota Senat John Thune menambahkan RUU mencakup pemberian cek senilai US$ 2.400 untuk pasangan menikah dan US$ 500 per anak. Selain itu, disiapkan dana US$ 350 miliar untuk menolong usaha kecil mengupah karyawan.

Legislator juga mempertimbangkan memberikan hibah bagi industri maskapai, sektor yang paling terdampak virus corona. Asosiasi maskapai AS mengatakan mereka berkomitmen tidak akan merumahkan karyawan mereka hingga Agustus jika mendapatkan hibah. Industri maskapai AS mempekerjakan 750.000 orang.



Sumber: CNBC.com