Dow Jones Menguat Didorong Kesepakatan Stimulus US$ 2 Triliun

Dow Jones Menguat Didorong Kesepakatan Stimulus US$ 2 Triliun
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Bryan R. Smith )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 26 Maret 2020 | 05:20 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street menguat pada akhir perdagangan Rabu sore atau Kamis pagi WIB (26/3/2020). Dow Jones Industrial Average melonjak lebih dari 13 persen dalam dua hari karena Gedung Putih dan kongres telah menyetujui Rancangan Undangan-Undang (RUU) stimulus senilai US$ 2 triliun untuk memerangi perlambatan ekonomi akibat pandemi virus corona.

30 saham unggulan yang tergabung di Indeks Jones naik lebih 2 persen atau 495,64 poin, menjadi 21.200,55 pada Rabu. S&P 500 naik 1,1 persen ditutup pada 2.475,56. Saham Boeing menguat 24 persen memimpin kenaikan Dow. Kenaikan 9,2 persen saham Nike juga mendorong Dow.

Nasdaq Composite turun 0,5 persen mencapai 7.384,30 karena Facebook, Amazon Apple, Netflix dan Google-parent Alphabet ditutup melemah.

Baca juga: Wall Street Bangkit di Awal Sesi dari Level Terendah 3 Tahun

Saham turun dari level tertinggi di menit terakhir perdagangan setelah Senator Bernie Sanders siap menunda RUU ini sampai kondisi yang lebih kuat karena pada dana kesejahteraan korporasi US$ 500 miliar. Pada level tertinggi, Dow naik lebih dari 6 persen, sementara S&P 500 naik 5,1 persen.

"Langkah-langkah stimulus akan menjadi pemicu kenaikan bursa saham," kata pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli, dalam sebuah catatan. Tetapi pasar jelas bergerak jauh lebih cepat dibanding fundamental mendasar.

Dow Jones melonjak lebih 2.100 poin pada Selasa, atau lebih dari 11 persen, mencatat kenaikan persentase satu hari terbesar sejak 1933 dan kenaikan poin terbaiknya. S&P 500 menguat 9,4 persen, atau hari terbaik sejak Oktober 2008.

Para pemimpin Gedung Putih dan Senat menyetujui RUU stimulus senilai US$ 2 triliun. "Akhirnya kita memiliki kesepakatan," kata pemimpin mayoritas Senat Republik, Mitch McConnell mengatakan sekitar pukul 1:37 pagi waktu ET dari lantai Senat.

Baca juga: Nantikan Stimulus AS, Bursa Asia Dibuka Positif

Mantan Ketua bank sentral AS Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan Rabu bahwa ekonomi AS akan mengalami rebound cepat setelah resesi. "Jika tidak terlalu banyak kerusakan pada tenaga kerja, bisnis selama shutdown, betapa pun lama itu, maka kita bisa melihat rebound cepat," kata Bernanke kepada CNBC.

Dia juga mengakui Ketua Fed saat ini Jerome Powell bergerak cepat membendung pukulan ekonomi dari wabah. “Saya pikir The Fed sangat proaktif, dan Powell dan timnya telah bekerja keras dan menjadi yang terdepan membuat sejumlah program beragam untuk menjaga ekonomi berfungsi selama periode penutupan ini."

Spanyol mengalami lonjakan kematian akibat virus corona, dengan 504 tewas pada Selasa. Secara global, lebih dari 400.000 kasus telah dikonfirmasi, menurut data Johns Hopkins University. Di AS, lebih dari 55.000 kasus telah dikonfirmasi bersama 69.000 di Italia.



Sumber: CNBC