Lindungi Buruh di Tengah Corona, Menaker Atur Kebijakan Bagi Pelaku Usaha

Lindungi Buruh di Tengah Corona, Menaker Atur Kebijakan Bagi Pelaku Usaha
Buruh angkut beras memindahkan beras dari gudang ke truk dalam rangka kegiatan KPSH oleh Perum Bulog Jateng, Jumat (20/12/2019). (Foto: Suara Pembaruan / Stefy Thenu)
Dina Manafe / IDS Kamis, 26 Maret 2020 | 14:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyebaran virus corona (Covid-19) turut berimbas pada pekerja dan buruh. Karena itu pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan memberikan kebijakan perlindungan pekerja atau buruh dan kelangsungan usaha bagi mereka yang terdampak.

Kebijakan itu antara lain mendorong setiap pimpinan badan usaha untuk segera membuat aturan yang mengutamakan pencegahan penyebaran Covid-19 dan tetap menjalankan usaha. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang ditandatangani pada 17 Maret 2020.

“Kita tetap mencegah penularan penyebaran virus (Covid-19) tapi usaha tetap jalan,” kata Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam keterangannya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Dalam Surat Edaran tersebut, pemerintah juga mengatur kebijakan hak perlindungan dan pengupahan bagi buruh yang harus dijaga oleh para pelaku usaha. Untuk mencegah penyebaran corona, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk pembatasan kegiatan usaha. Namun hal ini secara tidak langsung juga menyebabkan sebagian atau bahkan seluruh pekerja tidak masuk kerja.

Dengan mempertimbangkan kelangsungan usaha dan kesejahteraan para pekerja maka perubahan besaran dan cara pembayaran upah pekerja dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara pelaku usaha dan pekerja.

“Dalam hal ini pemerintah memberikan kelonggaran kepada pelaku usaha untuk menjaga masalah besaran upah sesuai kesepakatan antara pelaku dan pekerja,” kata Susiwijono.

Di luar surat edaran itu, menurut Susiwijono, pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai kebijakan insentif dan stimulus ekonomi bagi pelaku usaha dan para pekerja.



Sumber: BeritaSatu.com