Ini Sentimen Penggerak IHSG Hari Ini

Ini Sentimen Penggerak IHSG Hari Ini
Ilustrasi IHSG. (Foto: Antara)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 27 Maret 2020 | 09:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipicu oleh penguatan rupiah pada perdagangan saham Kamis (26/3/2020) berpeluang terjadi lagi hari ini, Jumat (27/3/2020), sejalan dengan naiknya saham AS pada penutupan Kamis. Demikian menurut riset Valbury Sekuritas Indonesia hari ini.

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Rupiah yang diperdagangan pada Kamis menjadi salah satu sentimen positif bagi IHSG yang mencatatkan kenaikan signifikan. Penguatan IHSG tersebut juga karena respon pelaku pasar yang terbawa sentimen positif eksternal terutama keputusan pemerintah AS untuk memberikan stimulus jumbo senilai US$2 triliun. Setelah Senat AS mengesahkan RUU paket stimulus ekonomi dan kesehatan ini untuk menghadapi efek negatif dari penyebaran virus corona. DPR AS dijadwalkan akan mengambil suara untuk mengesahkan RUU ini pada Jumat mendatang. Sedangkan sentiment dari dalam negeri pemerintah Indonesia juga telah menggelontorkan beberapa stimulus seperti bantuan langsung tunai dan insentif jeda satu tahun untuk cicilan. Pemerintah Indonesia telah kucurkan dana Rp 158,2 triliun untuk stimulus I dan II. Stimulus yang dikeluarkan baik pemerintah Indonesia, pemerintah AS dan juga negara-negara besar lainnya menjadi sentimen pasar yang dapat mengangkat kepercayaan bagi pemodal.

Dari sisi lain, dampak dari penyebaran virus corona (covid-19) pemerintah mulai mengantisipasi dari sisi ekonomi, pemerintah teah meminta dukungan DPR agar defisit anggaran pendapatan dan belanja negara diperbolehkan mencapai di atas 3 persen terhadap produk domestik bruto. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut telah meminta restu kepada BPK dan DPR untuk melonggarkan ketentuan terjadi defisit APBN. Hal ini seiring perubahan asumsi makro yang cukup dratis akibat pandemi Covid-19.

Sentimen pasar dari luar negeri:
Dari AS, Presiden Donald Trump mengatakan akan mengakhiri social distancing yang telah dilakukannya untuk menekan penyebaran Covid-19. Trump rencananya akan melakukannya pada hari Paskah, untuk menghindari kerusakan ekonomi yang berkepanjangan. Keputusan yang diambil Trump, karena akan lebih banyak orang yang akan meninggal, kecuali bisnis diixinkan untuk dibuka kembali, negara harus kembali bekerja jika tidak akan sulit untuk memulai kembali. Padahal, sebelumnya Trump memberi kebijakan bagi masyarakat AS untuk melakukan karantina mandiri dan hampir sepertiga orang di Amerika melakukannya untuk menekan penyebaran pandemi.



Sumber: BeritaSatu.com