CEO Indodax Sebut Aset Kripto Kebal Virus Corona

CEO Indodax Sebut Aset Kripto Kebal Virus Corona
Ilustrasi Bitcoin. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Lona Olavia / FER Jumat, 27 Maret 2020 | 17:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Banyak trader dan investor aset kripto di Indodax klaim meraup untung lebih dari 10 persen dalam sehari. Hal ini dikarenakan nilai aset kripto seperti bitcoin dan lainnya terus meningkat.

Baca Juga: Indodax Angkat Yos Ginting sebagai Komisaris

CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan, industri trading platform aset kripto seperti Indodax tidak terlalu terpengaruh oleh virus corona. Hal ini dibarengi dengan meningkatnya harga aset kripto dari awal tahun 2020.

"Trading platform merupakan industri yang tidak terkena dampak oleh virus corona. Situasi ini justru membuat untung trader dan investornya. Ini menandakan bahwa bitcoin merupakan aset yang aman dan masih menjadi primadona,” kata Oscar dalam siaran pers, Kamis (26/3/2020).

Oscar mengatakan, serangan virus corona membuat orang-orang terpaksa bekerja dari rumah. Sehingga orang-orang mulai memikirkan investasi baru dengan pengembalian yang cepat. Salah satunya, melalui trading aset kripto.

Baca Juga: Salma Market Ekspansi ke Pasar Indonesia

Oscar mengatakan, seiring meningkatnya pemahaman masyarakat Indonesia tentang aset kripto juga membuat member Indodax meningkat. Pada awal tahun ini, jumlah volume trading di startup tersebut sudah mencapai Rp2 triliun per bulan dengan menjual lebih dari 60 aset digital termasuk bitcoin, ethereum dan lainnya.

"Saat ini, member Indodax sudah hampir mencapai 2 juta orang, dimana 99 persennya adalah orang Indonesia. Orang-orang memanfaatkan waktu mereka bekerja di rumah untuk trading aset kripto. Banyak dari trader yang berhasil mengambil posisi tepat bisa take profit lebih dari 10 persen dalam sehari,” katanya.

Oscar menjelaskan, aset kripto tidak terkena dampak secara langsung pandemi corona. Karena yang menentukan harga hanyalah supply dan demand. Faktanya, harga bitcoin menunjukkan tren kenaikan harga dari awal tahun.

Baca Juga: Aset Digital Bisa Jadi Penghasilan Utama

"Investor atau trader tidak perlu khawatir dengan kondisi corona. Kita didukung oleh tim yang berjumlah 200 orang yang beroperasi di Jakarta, Bali dan kota lain. Tidak perlu khawatir soal keamanan di Indodax," pungkas Oscar.



Sumber: BeritaSatu.com