IHSG Menguat 8% dalam Sepekan

IHSG Menguat 8% dalam Sepekan
Ilustrasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 28 Maret 2020 | 11:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Selama periode sepekan, yaitu 23 – 27 Maret 2020, pasar modal Indonesia mengalami volatilitas yang cukup tinggi namun berhasil ditutup di zona hijau. Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 8 persen dalam sepekan.

Dapat dilihat dari data rata-rata nilai transaksi harian yang meningkat sebesar 20,43 persen menjadi Rp9,619 triliun dari Rp7,987 triliun pada pekan sebelumnya. Kemudian peningkatan juga diikuti oleh rata-rata volume transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 16,63 persen menjadi 8.516 miliar unit saham dari 7.302 miliar unit saham pada periode sepekan yang lalu. Tidak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami kenaikan sebesar 64,93 persen atau sebesar 678.851 kali transaksi dari penutupan pekan lalu pada posisi 411.606 kali transaksi.

Pergerakan data IHSG dan kapitalisasi pasar bursa selama sepekan turut menunjukkan peningkatan dibandingkan penutupan pekan lalu. IHSG pada penutupan pekan ini berada pada posisi 4.545,571 atau mengalami peningkatan sebesar 8,36 persen dibandingkan pekan lalu pada posisi 4.194,944. Kapitalisasi pasar BEI selama periode 23–27 Maret 2020 menunjukkan kenaikan sebesar 8,36 persen atau sebesar Rp 5.259,807 triliun dari Rp 4.854,050 triliun selama sepekan yang lalu.

Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp221,25 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp9,952 triliun.

Pada pekan ini, tepatnya pada Rabu (26/3/2020), Obligasi Berkelanjutan III Tower Bersama Infrastructure Tahap IV Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mulai dicatatkan di BEI dengan jumlah dana Obligasi sebesar Rp 1,5 triliun. Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) untuk Obligasi adalah AA-idn (Double A Minus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 13 emisi dari 11 emiten senilai Rp15,67 Triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 425 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp441,56 Triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 116 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 92 seri dengan nilai nominal Rp2.812,62 triliun dan USD400 juta. EBA sebanyak 12 emisi senilai Rp 10,62 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com