Alokasikan Rp 275 Miliar, BTN Siapkan Tiga Skenario Buyback Saham

Alokasikan Rp 275 Miliar, BTN Siapkan Tiga Skenario Buyback Saham
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pahala N. Mansury saat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, di Jakarta, S Kamis (12/3/2020). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan )
Mashud Toarik / MT Senin, 30 Maret 2020 | 10:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Tekanan yang terjadi di pasar saham akibat sentimen Covid-19 turut menyeret turun harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Demi mengembalikan kepercayaan investor, Perseroan melakukan pembelian kembali saham BBTN di pasar sekunder (buyback).

Aksi korporasi ini dilakukan tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagaimana relaksasi yang telah dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 9 Maret 2020 lalu.

Direktur Finance, Planning and Treasury BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, terkait buyback tersebut pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp 275 miliar. Adapun saham yang dibeli di pasar akan didistribusikan kepada pengurus bank dan pegawai BTN sebagai program Long Term Incentive (LTI).

“Pembelian saham juga dimaksudkan untuk memotivasi pegawai dalam mendukung kinerja perusahaan sesuai dengan penilaian tertentu,” demikian Nixon LP Napitupulu, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (30/3/2020).

Nixon menyebutkan, selain program LTI, pembelian saham juga dalam rangka mendorong implementasi Prudential Risk Taking sesuai POJK No.45.

Untuk mengeksekusi buyback tersebut Nixon menjelaskan pihaknya telah menunjuk perusahaan sekuritas sebagai perantara pedagang efek.

Menurutnya Perseroan telah menyiapkan skenario pembelian saham dengan tiga tahapan pembelian yang akan dimulai tahun 2020 sebesar 50% dari total anggaran yang disiapkan. Kemudian dilanjutkan pada tahun 2021 dan 2022 dengan alokasi masing-masing 25% dari dana yang disiapkan untuk pembelian saham tersebut.

“Jadi tahun 2020 kami sudah siap untuk melakukan pembelian saham dengan alokasi dana sebesar Rp137,5 miliar atau 50% dari total anggaran yang disiapkan sebesar Rp275 miliar,” kata Nixon.

Menurut Nixon pembelian saham BBTN tersebut tidak akan mengganggu bisnis perseroan. Dia meyakini justru pembelian saham tersebut akan memberikan sentiment positif bagi kinerja perusahaan.

Karena peruntukannya ditujukan untuk pengurus bank dan pegawai BTN, maka diharapkan dapat mendorong pelaksanaan budaya berbasis kinerja sekaligus meningkatkan nilai kapitalisasi dan stabilisasi harga saham perseroan, tegas Nixon menambahkan.



Sumber: BeritaSatu.com