Posisi Keuangan Lippo Karawaci Kuat di Tengah Corona

Posisi Keuangan Lippo Karawaci Kuat di Tengah Corona
Progres pembangunan Apartemen Embarcadero Bintaro Tangerang, Selasa 28 Januari 2020. Pelaksanaan topping off Eastern Tower Apartment Embarcadero Bintaro setinggi 24 lantai sesuai IMB dan komitmen PT Lippo Karawaci Tbk menyelesaikan pembangunan. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Lona Olavia / WBP Senin, 30 Maret 2020 | 10:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menerapkan beberapa langkah untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan guna menghadapi ketidakpastian pasar akibat pandemi virus corona (Covid-19).

“Selama tiga bulan terakhir, kami telah proaktif mengambil langkah memperkuat fleksibilitas keuangan, hal ini nantinya akan membantu kami menavigasikan diri secara efektif bisa melalui situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkap CEO Lippo Karawaci John Riady dalam siaran pers, Senin (30/3/2020).

Minggu ini, perseroan misalnya telah mengumumkan pengurangan jam operasional di berbagai mal-mal dan hotel-hotel. Aksi ini akan menghasilkan strategi penghematan biaya tiga bulan ke depan. Ke depannya, bisnis perseroan akan terus melayani pelanggan sembari mengedukasi pelanggan tentang praktik menjaga jarak sosial dan kebersihan.

“Dalam masa yang penuh ketidakpastian ini, kami telah membuat sejumlah keputusan yang menempatkan Lippo Karawaci di posisi terbaik bagi para karyawan, pelanggan, dan pemegang saham kami,” katanya.

Baca juga: Tunjuk CFO dan CIO Kelas Dunia, Lippo Karawaci Siap Ekspansi ke Tahap Berikut

Di tingkat perusahaan induk, secara keuangan Lippo Karawaci saat ini memiliki lebih Rp 3,5 triliun dalam bentuk tunai, dalam mata uang dolar AS dan dolar Singapura. Tingkat utang bersih terhadap ekuitas perseroan hanya 21 persen menjadikan LPKR menjadi yang terbaik di antara perusahaan-perusahaan sejenis. Hal ini memastikan perseroan berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi dampak pandemi global.

Selain itu, LPKR juga telah melakukan sejumlah inisiatif positif sejak 1 Januari 2020. Meliputi, anak perusahaan dengan kepemilikan 81 persen, Lippo Cikarang berhasil meluncurkan Waterfront Estates, proyek perumahan tapak terbaru. Klaster pertama telah terjual habis dan dilanjutkan dengan membuka penjualan unit di klaster dua.

Baca juga: Marubeni dan Lippo Karawaci Jalin Kemitraan Strategis

Secara total, perseroan yang masih memiliki 1.461 ha landbank telah menjual lebih dari 304 rumah senilai Rp 262,6 miliar, dengan nilai masing-masing rumah berkisar di antara Rp 499 juta hingga Rp 1,5 miliar, dengan total tanah seluas 25.803m2. “Hasil penjualan ini di atas target awal yaitu 250 rumah dan semakin membuktikan pulihnya bisnis inti perseroan serta menvalidasi strategi bisnis perumahan tapak yang terjangkau,” sebut John.

Selain itu, keberhasilan divestasi seluruh saham di First REIT yang dimulai sejak Juni 2019 dan selesai Februari 2020. Pada kuartal I-2020, aksi korporasi tersebut menghasilkan Rp 322 miliar. Total penjualan sejak dimulainya aksi korporasi pada Juni 2019 telah menghasilkan Rp 851,7 miliar.

Diikuti strategi lindung nilai (hedging) di awal kuartal I-2020 ketika nilai tukar dolar terhadap rupiah berada pada Rp 13.700 per dolar AS, perseroan menghasilkan US$ 60 juta dengan memindahkan hedging dari Rp 15.000 ke Rp 17.500 untuk nilai pokok obligasi.

Selain itu, menghapus semua obligasi yang jatuh tempo hingga 2025 melalui pembiayaan kembali obligasi senilai US$ 425 juta dari tahun 2022 menjadi tahun 2025.

Perseroan dengan total aset US$ 4 miliar per 30 September 2019 itu, juga mengeksekusi sejumlah inisiatif penghematan yang akan menurunkan biaya operasional pada 2020. Inisiatif juga menargetkan pengurangan lebih lanjut biaya operasional, belanja modal dan modal kerja. "Pada saat ini, perseroan tidak perlu untuk meningkatkan modal dan oleh karenanya perseroan terus bergerak maju untuk divestasi Lippo Mal Puri,” jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com