Wall Street Rebound Didorong Saham Teknologi, Dow Naik 3%

Wall Street Rebound Didorong Saham Teknologi, Dow Naik 3%
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Spencer Platt )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 31 Maret 2020 | 05:23 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa AS naik pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (31/3/2020) karena pemerintah memperpanjang langkah menahan wabah virus corona.

Dow Jones Industrial Average naik 690,70 poin, atau 3,2 persen 22.327,48. S&P 500 naik 3,4 persen menjadi 2.626,65 sedangkan Nasdaq Composite ditutup 3,6 persen lebih tinggi menjadi 7.774,15. Saham teknologi seperti Microsoft, Alphabet dan Amazon memimpin kenaikan Wall Street. Microsoft melonjak 7 persen, sementara Alphabet dan Amazon masing-masing naik 3,3 persen dan 3,4 persen.

"Saat ini, aset berisiko dalam pemulihan," kata Kepala investasi Newfleet Asset Management, Dave Albrycht. "Sekarang, apakah aku percaya itu akan terjadi? Saya pikir itu sangat tergantung dengan beberapa vaksin, berapa lama ini berlangsung dan apakah orang-orang mulai kembali bekerja begitu mencapai puncaknya."

Baca juga: Social Distancing Diperpanjang, Wall Street Dibuka Menguat

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada konferensi pers Minggu (29/3/2020) bahwa pedoman jarak sosial (social distancing) nasional telah diperpanjang hingga 30 April. Dia menambahkan tingkat kematian akibat virus akan memuncak dalam dua minggu. Langkah ini dapat menyebabkan gangguan ekonomi yang tajam dalam waktu dekat, namun kerusakan ekonomi untuk jangka panjang.

Baca juga: Setelah 3 Hari Reli, Wall Street Ditutup Melemah

Sentimen juga terangkat setelah Johnson & Johnson mengidentifikasi vaksin utama untuk corona. Perusahaan mengatakan bahwa pengujian vaksin pada manusia akan dimulai pada September. Saham J&J naik 8 persen.

Dow pekan lalu membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak 1938, melonjak lebih 12 persen. S&P 500 dan Nasdaq mencatat minggu terbaik mereka sejak 2009, setelah masing-masing naik 10,3 persen dan 9,1 persen.

Kenaikan tajam pekan lalu dipicu prospek stimulus fiskal dan moneter besar-besaran. Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang paket stimulus US$ 2 triliun yang mencakup pembayaran langsung untuk mencegah pukulan ekonomi dari corona. Federal Reserve juga meluncurkan serangkaian langkah untuk menopang perekonomian, termasuk program pembelian aset.



Sumber: CNBC