Hutama Karya Kebut Pembangunan Tol Padang-Sicincin

Hutama Karya Kebut Pembangunan Tol Padang-Sicincin
Pembangunan ruas tol Padang-Sicincin, yang menjadi bagian dari 24 ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Secara keseluruhan JTTS ditargetkan rampung pada 2024 mendatang. ( Foto: Dok Hutama Karya )
Lona Olavia / EHD Rabu, 1 April 2020 | 09:40 WIB

Padang, Beritasatu.com - PT Hutama Karya (Persero) terus kebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru–Padang Seksi 1 (Padang–Sicincin) (Pacin) sepanjang 36km.

Dalam proses pembangunannya, ruas tol Pacin dihadapkan oleh kendala pembebasan lahan, sehingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menargetkan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada agar pembangunan ruas tol Pacin dapat terus berlanjut dan bisa segera dioperasikan untuk masyarakat.

Terkait pembebasan lahan untuk ruas tol Pacin, Hutama Karya terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Polda Sumatra Barat dan pihak-pihak terkait lainnya untuk kelancaran pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini.

Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno telah menandatangani penetapan lokasi (penlok) tahap ke-2 pembangunan ruas tol Pacin sebagai kelanjutan dari penlok tahap ke-1 yakni mulai dari KM 4,2 – KM 36 pada Senin (30/3). Dengan adanya penetapan lokasi tersebut, maka proses pembebasan lahan dan konstruksi ruas tol Pacin sepanjang 36 km dapat berlanjut.

“Saya harap dengan bantuan para pihak terkait, proses pengerjaan Tol Padang–Sicincin mulai dari KM 4,2 sampai dengan KM 36 dapat segera diselesaikan hingga ujung Sumatra Barat.

Hingga hari ini, progres pembangunan ruas tol Pacin yang dikerjakan oleh PT HK Infrastruktur (HKI) selaku kontraktor mencapai 18% proses konstruksi dan 11% pengadaan lahan termasuk jalan akses,” kata Senior Execuitve Vice President Divisi Pengembangan Jalan Tol (PBJT) Hutama Karya Agung Fajarwanto dalam siaran pers, Rabu (¼).

Adapun, trase ruas tol Padang–Sicincin telah mengalami perubahan sehingga panjang tol yang semula 31 km menjadi 36 km. “Relokasi trase dipilih agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Keputusan ini diambil untuk mempertimbangkan masyarakat setempat yang menyatakan bahwa tanah pembangunan tersebut merupakan tanah pusaka dan produktif sehingga kita memilih relokasi trase.” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pesatnya kemajuan progres pembebasan lahan saat ini, tak lepas dari dukungan banyak pihak, salah satunya Polda Sumatra Barat. “Dengan bantuan Polda Sumbar yang tidak hanya bertindak sebagai pengaman proyek ini, namun juga bergerak sebagai mediator terhadap masyarakat setempat sehingga proses berlangsungnya pembebasan lahan dapat berjalan dengan lancar,” imbuh Fajar.

Tak hanya itu, di lingkungan proyek tol Pacin, Hutama Karya menerapkan protokol kesehatan yang ketat mulai dari pengecekan suhu tubuh karyawan proyek setiap pergantian shift kerja, penyediaan hand sanitizer dan masker di lingkungan proyek, hingga melakukan sosialisasi masif tentang pencegahan Covid-19.

Tidak hanya melakukan pencegahan Covid-19 dilingkungan proyek, melalui anak perusahaanya sekaligus kontraktor pembanguna ruas tol Pacin, HKI memberikan bantuan penyemprotan disinfektan untuk masyarakat Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Hingga saat ini, sepanjang 500 km ruas tol JTTS telah terbangun dengan 368 km ruas tol telah beroperasi penuh. Adapun ruas Tol Pekanbaru–Padang sendiri terdiri dari 6 (enam) seksi yakni Seksi 1 Padang – Sicincin, Seksi 2 Sicincin – Bukittingi, seksi 3 Bukittinggi – Payakumbuh, Seksi 4 Payakumbuh – Pangkalan, seksi 5 Pangkalan – Bangkinang, dan seksi 6 Bangkinang – Pekanbaru. Secara keseluruhan ruas Tol Pekanbaru – Padang akan ditargetkan beroperasi pada tahun 2025.

 



Sumber: BeritaSatu.com