Ini Cara Atur Keuangan pada Saat Pandemi Corona

Ini Cara Atur Keuangan pada Saat Pandemi Corona
Pasar Palmerah Masih Terlihat Ramai Di Saat Pandemi Corona (Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV)
Lona Olavia / EHD Rabu, 1 April 2020 | 14:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi corona tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di belahan dunia lainnya. Sebagai warga negara tentunya masyarakat harus mematuhi apa yang telah dihimbau oleh pemerintah, guna menekan penyebaran virus corona, salah satunya adalah dengan tinggal #dirumahaja.

Namun, tinggal #dirumahaja untuk batas waktu yang tidak ditentukan memunculkan sejumlah persoalan baru, dari mulai pengeluaran ekstra rumah tangga, hingga kondisi mental yang dipicu rasa bosan karena tidak bisa keluar kemana-mana.

Untuk itu, langkah pertama yang saat ini harus dilakukan adalah siapkan mental. Setiap orang harus menerima keadaan. Saat ini adalah kondisi darurat, tinggal #dirumahaja adalah opsi terbaik demi kebaikan bersama. Ketika kondisi mental baik, maka kita menjadi lebih siap dalam menghadapi permasalahan baru yang bisa muncul karena pandemi corona ini.

Tinggal #dirumahaja dikatakan Krizia Maulana, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) juga memunculkan permasalahan baru. Yang terdepan adalah membengkaknya pengeluaran rumah tangga.

Kebijakan #dirumahaja untuk pelajar dan karyawan pastinya memunculkan pengeluaran ekstra yang meliputi biaya internet (kuota), listrik, makanan (snack dan cemilan), hingga pembelian suplemen (vitamin) yang jumlahnya tidak kecil. Mau tidak mau kita harus menyiapkan biaya ekstra, atau mengambil dari pos lain.

"Disinilah pentingnya memiliki dana darurat, kita bisa menggunakan sebagian dari dana darurat untuk menutupi pengeluaran ekstra. Namun bagaimana jika tidak memiliki dana darurat. Janganlah mengambil dari pos masa depan yang sudah kita siapkan. Yang bisa kita lakukan adalah mereview pengeluaran. Apa saja pos-pos yang bisa dialihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra," katanya dalam siaran pers, Rabu (¼/2020).

Langkah pertama adalah membuat daftar pengeluaran rutin bulanan untuk mengetahui pos-pos mana yang bisa kita stop dan alihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra kita.

Contohnya anggaran transportasi, dan pos gaya hidup seperti nonton bioskop, makan di restoran, liburan, member gym, dan lainnya, adalah biaya-biaya yang bisa dialihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra. Karena sudah jelas, pos-pos tersebut tidak akan dikeluarkan selama kita menjalani masa #dirumahaja.

Langkah kedua, lanjut Krizia adalah menahan nafsu belanja. Ketakutan akan berkurangnya pasokan makanan menyebabkan ada segelintir masyarakat yang melakukan panic buying dengan membeli sejumlah kebutuhan pokok. Padahal pemerintah sudah memastikan pasokan makanan dan kebutuhan rumah tangga tetap aman. Jangan panik dan belanja sesuai kebutuhan.

Termasuk ketika berbelanja online. Kemudahan teknologi, dan terlalu lama tinggal di rumah, membuat orang merasa bosan. Akhirnya banyak juga yang mengalihkan dengan berbelanja online. Namun hati-hati, ini justru membuat kita menjadi keranjingan berbelanja, dan menambah pengeluaran rumah tangga.

"Bijaklah dalam berbelanja (online). Belanjalah sesuai kebutuhan dan manfaatkan diskon yang ditawarkan merchant-merchant online yang banyak bertebaran selama masa #dirumahaja," imbaunya.

Kondisi saat ini, lanjutnya menyadarkan masyarakat betapa pentingnya memiliki dana darurat. Untuk itu, langkah ketiga adalah tetaplah berinvestasi.

"Ketika kita menyesuaikan anggaran rumah tangga kita untuk menutupi biaya tambahan selama masa #dirumahaja, kita bisa mengurangi sedikit porsi investasi kita. Namun setelah masa penyesuaian berakhir, dan kita sudah bisa menutupi pengeluaran ekstra tersebut, sesuaikan kembali porsi investasi kita. Jika memungkinkan menambah porsi untuk membuat porsi dana darurat yang sebelumnya tidak kita miliki," jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com