Diapresiasi, Langkah Pemerintah Ikuti Saran Rizal Ramli Selamatkan Ekonomi Rakyat

Diapresiasi, Langkah Pemerintah Ikuti Saran Rizal Ramli Selamatkan Ekonomi Rakyat
Rizal Ramli. (Foto: Antara/Indro)
Asni Ovier / AO Rabu, 1 April 2020 | 23:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Keputusan pemerintah yang disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, untuk menyelamatkan ekonomi rakyat di tengah wabah virus corona (Covid-19) mendapat apresiasi. Apalagi, keputusan sesuai dengan solusi yang disampaikan ekonom senior, Rizal Ramli dalam menangani dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian rakyat.

"Sudah bagus pemerintah masih mau menerima masukan dari luar, untuk isu penggunaan dana sisa anggaran lebih (SAL) dalam penanganan wabah Covid-19. Ini menandakan masih ada niatan untuk belajar agar bangsa ini dapat selamat, keluar dari resesi ekonomi," ujar analis ekonomi dan politik Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Selain penggunaan dana SAL untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian, Gede Sandra juga menyarankan pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah ekonomi yang lebih drastis. Misalnya, kata dia, menunda dan merestrukturisasi cicilan pokok dan bunga utang SBN untuk 2020 yang diperkirakan mencapai Rp 641 triliun, yang terdiri atas pokok SBN jatuh tempo sebebar Rp 346,5 triliun dan bunga SBN sebesar Rp 295 triliun.

"Saya kira, para investor di pasar keuangan mengerti kondisi yang dialami oleh pemerintah Indonesia, Mereka pasti mengalami kepanikan yang sama di tengah pandemi. Akan sangat berarti bagi Indonesia bila dana penanganan Covid-19 dapat bertambah Rp 641 triliun karena Menkeu berhasil negosiasi ke kalangan investor agar cicilan pokok dan bunga kita ditunda pembayarannya tahun ini," ujar Gede.

Sebelumnya, pada Senin (30/3/2020), ekonom senior Rizal Ramli meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalihkan anggaran proyek infrastruktur untuk penanganan pandemi Covid-19. Adapun anggaran tersebut senilai Rp 430 triliun.

"Jangan gengsi. Gunakan uang proyek infrastruktur Rp 430 triliun serta dana SAL dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang kurang lebih Rp 270 triliun untuk membantu kebutuhan pokok pekerja harian dan rakyat miskin. Ajak tentara, polisi, sopir ojol, dan RT/RW untuk mendistribusikan makanan," ujar Rizal Ramli.

Usulan Rizal Ramli kemudian digunakan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rangka menyelamatkan perekonomian dari dampak pandemi virus corona. Dalam keterangan pers, Sri Mulyani mengungkap sumber pendanaan anggaran penanganan virus corona serta dampak sosial dan ekonomi dalam APBN 2020, yang salah satunya melalui SAL.

SAL merupakan akumulasi dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA)/Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran (SiKPA) tahun anggaran lalu dan tahun anggaran berjalan setelah ditutup, ditambah atau dikurangi dengan koreksi pembukuan.

"Kami banyak alternatif. Bisa menggunakan sisa anggaran lebih kalau tidak salah jumlahnya ada Rp 160 triliun," ujar Sri Mulyani Ani dalam video conference yang digelar Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (1/4/2020).



Sumber: BeritaSatu.com