Wall Street Anjlok Akibat Corona dan Melemahnya Harga Minyak

Wall Street Anjlok Akibat Corona dan Melemahnya Harga Minyak
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Kamis, 2 April 2020 | 05:58 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (1/4/2020). Kekhawatiran akan virus corona masih mendominasi pasar, sementara harga minyak terus anjlok.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 4,44 persen ke 20.943,51, S&P 500 turun 4,41 persen ke 2470,5, dan Nasdaq turun 4,41 persen ke 7,360,58.

Pemerintah AS memproyeksikan korban jiwa akibat virus corona dapat mencapai 100.000 hingga 240.000 orang tahun ini, bahkan dengan penerapan social atau physical distancing. Jumlah ini berpotensi melewati korban Perang Dunia I yang menelan 116.516 warga AS. Menurut data Worldometers, jumlah kasus corona di AS sudah mencapai 213.798 kasus dengan korban jiwa 4.773 orang.

Harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate pagi ini menguat 5,12 persen ke US$ 21,35, sementara Brent turun 6,11 persen ke US$ 24,74. Arab Saudi dan Rusia masih terlibat perang harga minyak. Dengan berakhirnya perjanjian produksi minyak antara OPEC dan non-OPEC Rabu kemarin, maka tidak ada lagi pembatasan produksi. Ditambah dengan melemahnya permintaan akibat dampak corona, maka harga minyak berpotensi terus melemah.



Sumber: CNBC.com, Reuters