Bursa Asia Dibuka Melemah

Bursa Asia Dibuka Melemah
Ilustrasi bursa saham Asia. ( Foto: AFP / Kazuhiro Nogi )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Kamis, 2 April 2020 | 08:07 WIB

Tokyo, Beritasatu.com - Bursa Asia bergerak melemah pada awal perdagangan hari ini Rabu (2/4/2020). Jumlah kasus virus corona hingga saat ini telah melebihi 935.000 kasus dan 47.000 korban jiwa, menurut data Worldometers.

Nikkei 225 Jepang turun 0,57 persen, Kospi Korea Selatan naik 0,03 persen, dan ASX 200 Australia turun 2,34 persen. Indeks komposit Shanghai turun 0,3 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,04 persen.

Analis di Refinitiv memperkirakan laba perusahaan-perusahaan di Asia akan terkoreksi sekitar 6,4 persen sepanjang Maret. Goldman Sachs merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan laba per saham atau earnings per share (EPS) menjadi -14 persen hingga +1 persen. Indonesia, Thailand dan Australia diperkirakan mengalami koreksi 10 persen dalam pertumbuhan laba korporasi sepanjang Maret.

Sebelumnya, Bursa Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (1/4/2020). Kekhawatiran akan virus corona masih mendominasi pasar, sementara harga minyak masih di level yang merugikan bagi produsen. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 4,44 persen ke 20.943,51, S&P 500 turun 4,41 persen ke 2470,5, dan Nasdaq turun 4,41 persen ke 7,360,58.

Harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate pagi ini menguat 2,81 persen ke US$ 20,88, sementara Brent naik 3,27 persen ke US$ 25,55. Presiden AS Donald Trump berharap Arab Saudi dan Rusia akan mencapai kesepakatan soal produksi minyak dalam beberapa hari ke depan. Perang harga minyak antara Saudi dan Rusia membuat harga minyak mentah dunia anjlok ke kisaran US$ 25 per barel.



Sumber: Reuters, CNBC.com