BI Belum Wajibkan Eksportir Konversi Dolar ke Rupiah

BI Belum Wajibkan Eksportir Konversi Dolar ke Rupiah
Perry Warjiyo. ( Foto: Dok. Bank Indonesia )
Lona Olavia / MPA Kamis, 2 April 2020 | 14:39 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- Bank Indonesia (BI) belum memiliki rencana untuk mewajibkan eksportir melakukan konversi dolar Amerika Serikat ke rupiah.

“Para eksportir bertanya ke saya, tentu saja kami belum ada rencana untuk mewajibkan para eksportir konversi dolarnya ke rupiah. Tidak perlu khawatir jual dolar sekarang, dengan domestik non delivery forward ini bisa melindungi resiko nilai tukar sehingga kita ada kontraknya berapa nilai tukar yang ada,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam live streaming Perkembangan Ekonomi Terkini, Kamis (2/4).

Ia menyampaikan dalam membantu pemulihan ekonomi di tengah pandemi virus corona (Covid-19), diperlukan langkah pengelolaan devisa. Adapun, eksportir akan diwajibkan untuk mengkonversi dolar ke rupiah. Namun, dalam UU 24/1999 hal ini tidak dimungkinkan, sehingga masuk ke dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) yang baru dirilis.

Kendati demikian, Perry menegaskan hal tersebut akan dilaksanakan jika kondisinya mengharuskan dilakukan konversi dolar ke rupiah. Adapun lebih dari 80 persen devisa hasil ekspor berupa valas belum dikonversi ke dalam rupiah.

Ia juga menyebutkan pihaknya tidak akan menerapkan kontrol devisa. Pasalnya, kebutuhan investasi untuk tumbuh tinggi tidak bisa dibiayai dengan tabungan dalam negeri. Masih terdapat kesenjangan tabungan dan investasi, sehingga investasi asing diperlukan.

Pemerintah pun mempercepat omnibus law untuk menarik penanaman modal asing lebih besar. "Oleh karena itu dilakukan kebebasan lalu lintas devisa bagi investor asing. Investasi portofolio dijamin lalu lintas devisa, masuk dan keluar," ujar ia.



Sumber: BeritaSatu.com