Balik Arah, IHSG Menguat 1,47 Persen

Balik Arah, IHSG Menguat 1,47 Persen
Pengunjung memotret layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,82 persen ke kisaran 4.538,93 pada akhir perdagangan kemarin. ( Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal )
Lona Olavia / Merdhy Pasaribu / MPA Kamis, 2 April 2020 | 15:20 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah pada perdagangan Kamis (2/4/2020) ditengah anjloknya bursa saham global. IHSG yang sempat dibuka minus hingga penutupan sesi I, alhasil bisa rebound di sesi II hingga akhirnya ditutup naik 65,64 poin atau 1,47 persen ke 4.531,68.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp 384,29 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 500,98 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 5,56 miliar lembar saham senilai Rp 5,71 triliun. Sebanyak 217 saham naik, 182 saham menurun, dan 120 saham tidak bergerak nilainya. Di mana, sektor saham kali ini bervariasi di mana industri dasar tercatat menguat paling tinggi dengan 4,27 persen sedangkan keuangan ambles paling dalam hingga -0,08 persen.

Alhasil, sebagai kiblat bursa saham dunia, melemahnya Wall Street kali ini tak memberikan hawa negatif ke pasar modal Indonesia hari ini. Selain IHSG, bursa saham Asia sore ini juga bergerak variatif. Di mana, indeks Nikkei Jepang berada di zona merah. Sedangkan, indeks Hang Seng Hongkong dan Strait Times Singapura menguat ke zona hijau bersama IHSG.

Sementara itu, Wall Street kembali anjlok dengan indeks-indeks utama rata-rata turun 4% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis dinihari WIB). Investor diliputi kepanikan terkait prediksi mengerikan dari angka kematian AS dan kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh virus corona (Covid-19). Apalagi, Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS harus mempersiapkan "dua minggu yang sangat, sangat menyakitkan" dari corona virus yang merajalela. Pejabat Gedung Putih memproyeksikan antara 100.000 dan 240.000 kematian akibat virus di AS. Pengangguran juga meningkat tajam jumlahnya hingga ke 3 jutaan orang.

Pengamat Saham dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada mengatakan ada beberapa hal yang menjadi perhatian pelaku pasar pada hari ini sehingga IHSG mampu mengalami kenaikan. Pertama, adanya aksi beli dengan memanfaatkan pelemahan sebelumnya. “Namun, ini bersifat agak spekulatif karena belum sepenuhnya didukung oleh peningkatan volume beli,” katanya kepada Beritasatu.com, Kamis (2/4/2020).

Kedua, langkah pemerintah yang serius mengawal ekonomi agar tetap bertahan di tengah pandemik covid-19. Diantaranya, pemberian stimulus, menjaga pasokan bahan pangan, dan lainnya.

Ketiga, kemungkinan akan terjaganya inflasi, baik dari demand pull inflation dengan adanya penurunan daya beli masyarakat secaraumum meskipun terjadi peningkatan pembelian untuk sejumlah produk kesehatan maupun supply push inflation dengan adanya pembatasan wilayah oleh pemda setempat.

Keempat, rilis kinerja emiten yang sebagian besar menunjukan peningkatan sepanjang 2019.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pasar hari ini mengalami pergerakan tipis, naik dan turun yang bervariatif. Pelaku pasar dan investor cenderung wait and see terkait dengan situasi dan kondisi saat ini, baik di AS maupun di Indonesia dalam menghadapi virus corona ini.



Sumber: BeritaSatu.com