Redam Kepanikan Pasar, Stimulus Virus Corona Harus Segera Dieksekusi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Redam Kepanikan Pasar, Stimulus Virus Corona Harus Segera Dieksekusi

Jumat, 3 April 2020 | 14:46 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Pandemi virus corona atau Covid-19 telah berubah menjadi krisis ekonomi dan keuangan global. Banyak negara yang menghentikan kegiatan ekonomi secara mendadak, sehingga menyebabkan perekonomian dunia akan terkontraksi pada 2020 ini. Berbagai negara juga telah menggelontorkan stimulus fiskal untuk menghadapi dampak Covid-19, termasuk Indonesia.

Menurut Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, dalam konteks penanganan Covid-19 dan menangkal terjadinya resesi, yang terpenting bukan hanya besarnya anggaran, tetapi yang paling dibutuhkan saat ini adalah kecepatan mengeksekusi anggaran tersebut, khususnya untuk sektor kesehatan.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan tambahan belanja dan pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 untuk penanganan Covid-19, yaitu sebesar Rp 405,1 Triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk sektor kesehatan sebesar Rp 75 triliun, social safety net Rp 110 triliun, dukungan kepada industri senilai Rp 70,1 triliun, dan juga dukungan pembiayaan anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp 150 Triliun.

“Kita semua tahu, kondisi yang terjadi saat ini adalah kepanikan pasar. Sehingga untuk meredam kepanikan tersebut, caranya adalah dengan mengobati sumber penyebab kepanikannya dulu, yaitu virus Covid-19. Jadi aspek kesehatan harus diutamakan. Bukan hanya dalam konteks besaran anggaran, tetapi yang dibutuhkan saat ini adalah kecepatan dari angaran itu untuk segera dieksekusi,” kata Eko Listyanto dalam diskusi online yang digelar Indef, Kamis (3/4/2020) malam.

Eko menegaskan, saat ini kita seperti tengah berkejaran dengan waktu, di mana yang dihadapi adalah virus yang tidak terlihat, sehingga eksekusi yang cepat menjadi kunci utama.

“Untuk kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya teknis, ini harus segera cair. Kalau waktunya lama, meskipun angka stimulusnya besar, ini belum tentu bisa mengatasi masalahnya,” ujar Eko.

Optimalisasi Realokasi Anggaran
Menyingung pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperkirakan mencapai 5,07 persen, menurut Eko hal ini jakan membuat utang semakin berkepanjangan. Karenanya, perlu optimalisasi realokasi secara serius.

“Walaupun di dalam Perppu bisa melebarkan defisit sampai 5,07 persen, tetapi kita juga harus ingat bahwa saat ini upaya realokasi anggarannya belum berjalan optimal. Kalau mau memperlebar defisit, idealnya realokasi harus betul-betul dioptimalkan. Sejauh ini, kita belum pernah mendengar berapa besar nilai proyek infrastruktur yang ditunda untuk penanganan Covid-19,” kata Eko.

Perihal rencana Pemerintah menerbitkan Recovery Bond (RB) yang bisa dibeli Bank Indonesia, menurut Eko hal ini juga harus dipertimbangkan secara matang. Ini karena RB berpotensi ‘membanjiri’ pasar modal dengan obligasi negara, sehingga sangat mungkin membuat potensi recovery ekonomi menjadi lebih lama karena mendesak peluang swasta untuk mencari pendanaan alternatif di pasar modal.

Di Dalam Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan, BI memang diberi keleluasaan untuk membeli Surat Utang Negara (SUN) atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) jangka panjang di pasar perdana, guna membantu Pemerintah membiayai penanganan dampak penyebaran Covid-19 terhadap stabilitas sistem keuangan. Namun ditegaskan Gubernur BI, Pery Warjiyo, kewenangan BI membeli SUN/SBSN di pasar perdana ini bukan sebagai first lender, melainkan sebagai last lender.

“Dalam hal ini ketika pasar tidak bisa menyerap kebutuhan penerbitan SUN maupun SBSN, baik jumlahnya maupun kalau menyebabkan suku bunga terlalu tinggi. Kalau terlalu tinggi, tentu saja ini tidak hanya membebani fiskal, tetapi juga tidak rasional. Di sinilah BI bisa membeli SUN atau SBSN di pasar perdana yang perlu dimasukkan di dalam Perppu,” jelas Perry Warjiyo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PT IMIP Serahkan Bantuan Penanganan Covid-19 kepada PP Muhammadiyah

Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan oleh Senior Advisor PT IMIP, Komjen (Purn) Suparni Parto disaksikan Ketua MWA UI, Saleh Husin.

EKONOMI | 3 April 2020

Jaga Stok Pangan, Pemerintah Perlu Kurangi Hambatan Perdagangan

Selain berdampak pada ekonomi, pandemi virus corona (Covid-19) juga berpotensi menimbulkan dampak serius pada berkurangnya stok pangan.

EKONOMI | 3 April 2020

PLN Siapkan Terobosan Agar 100% Desa Dialiri Listrik pada 2020

Tabung Listrik merupakan inovasi lanjutan kerja sama PLN dengan lima perguruan tinggi, yaitu UI, ITB, IPB, UGM, dan Universitas Cendrawasih.

EKONOMI | 3 April 2020

Awali Sesi II, IHSG Pertahankan Trayek Menguat

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan sesi II Jumat (3/4/2020) menguat 1,21 persen ke level 4.586,7.

EKONOMI | 3 April 2020

Elektrifikasi Listrik, Tingkatkan Produktivitas Ekonomi Desa

Peningkatan rasio elektrifikasi di perdesaan sedang digalakkan.

EKONOMI | 3 April 2020

AP II Sesuaikan Pola Operasi Bandara

Bandara-bandara berooperasi sesuai tren pergerakan penumpang.

EKONOMI | 3 April 2020

Siang Ini, Rupiah di Zona Merah Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 16.445-Rp 16.505 per dolar AS.

EKONOMI | 3 April 2020

Lewat Fitur Smart Shadaqah, BNI Syariah Permudah Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

BNI Syariah meluncurkan fitur smart shadaqah.

EKONOMI | 3 April 2020

Sesi Siang, IHSG Melonjak 1% ke 4.577

Sebanyak 241 saham naik, 130 saham melemah dan 114 saham stagnan.

EKONOMI | 3 April 2020

Siang Ini, Bursa Asia Berbalik Arah Melemah

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 9,19 poin (0,33 persen) mencapai 2.771.

EKONOMI | 3 April 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS