Refund Tiket 100% KAI Diperpanjang Hingga H+10 Lebaran

Refund Tiket 100% KAI Diperpanjang Hingga H+10 Lebaran
Ilustrasi penumpang Kereta Api. ( Foto: Antara / Sigid Kurniawan )
Thresa Sandra Desfika / WBP Sabtu, 4 April 2020 | 08:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) memperpanjang kebijakan pengembalian (refund) 100 persen untuk pembatalan tiket kereta api (KA) menjadi hingga keberangkatan 4 Juni 2020 atau H+10 Lebaran. Adapun sebelumnya batas refund hanya sampai 29 Mei 2020.

"Hal ini untuk mendukung imbauan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat tidak mudik dan selalu menjaga jarak di tengah wabah virus corona (Covid-19)," ujar VP Public Relations KAI Yuskal Setiawan dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2020).

Penumpang dapat membatalkan tiket KA pada masa angkutan Lebaran 2020 melalui aplikasi KAI Access atau di loket stasiun yang melayani pembatalan. Uang pembatalan dikembalikan secara transfer atau tunai dalam 30-45 hari kerja. "Kami berharap kebijakan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunda perjalanan mudiknya," ujar Yuskal.

Baca juga: PT KAI Batalkan Tujuh Perjalanan Kereta

Yuskal menambahkan, sesuai arahan pemerintah, agar penumpang dapat menunda perjalanan mudik menggunakan moda transportasi kereta api karena dikhawatirkan dapat meningkatkan kemungkinan penyebaran Covid-19 ke daerah asal.

Jika tetap memutuskan berangkat, penumpang harus mengikuti protokol pencegahan seperti tempat duduk yang berjarak antarpenumpang, termasuk penumpang satu keluarga yang duduknya nanti harus terpisah satu sama lain. "Hal tersebut dilakukan karena KAI hanya menjual 50 persen tiket dari kapasitas tempat duduk yang disediakan. Tujuannya agar tercipta physical distancing antar penumpang di dalam kereta," ujar Yuskal.

Baca juga: KAI Bayar Penuh Refund Tiket

Sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo, pemudik dari Jabodetabek juga akan diberlakukan sebagai ODP (orang dalam pemantauan) sehingga sesampainya di lokasi tujuan harus menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. “Kami harap penumpang dapat menunda perjalanannya dengan kereta api, sehingga dapat membantu mencegah penyebaran Covid-19 kepada keluarganya di daerah masing-masing,” tutup Yuskal.



Sumber: BeritaSatu.com