IMF: Ekonomi Dunia Terhenti, Lebih Parah dari Krisis 2008
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

IMF: Ekonomi Dunia Terhenti, Lebih Parah dari Krisis 2008

Sabtu, 4 April 2020 | 09:15 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Swiss, Beritasatu.com - Pandemi virus corona (covid-19) telah menciptakan krisis ekonomi yang jauh lebih buruk dari krisis keuangan global 2008. Demikian diungkapkan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) di kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Jenewa, Swiss pada Jumat atau Sabtu WIB (4/4/2020).

"Tidak pernah ada dalam sejarah IMF, kita menyaksikan ekonomi dunia terhenti," kata Kristalina Georgieva pada konferensi pers.

Georgieva mengatakan saat ini adalah masa suram bagi umat manusia, dan menjadi ancaman besar di seluruh dunia. "Ini mengharuskan kita berdiri tegak, bersatu dan melindungi pihak yang paling rentan," kata dia.

Dia mengatakan IMF bekerja sama dengan Bank Dunia dan lembaga keuangan internasional lainnya untuk mengurangi dampak ekonomi akibat wabah corona. Wabah ini telah menginfeksi lebih 1 juta orang di hampir seluruh negara di dunia, dan menewaskan lebih 55.000 orang.

Georgieva mengatakan IMF juga mendorong bank sentral di negara maju untuk mendukung pasar negara berkembang. "Perhatian utama kami dalam krisis ini adalah meningkatkan pembiayaan dengan cepat untuk semua negara, terutama pasar negara berkembang yang dihadapkan dengan kebutuhan dana yang sangat signifikan," kata Georgieva.

"IMF memiliki dana senilai US$ 1 triliun," katanya, seraya menambahkan IMF bertekad menggunakan sebanyak yang diperlukan."

Hingga kini, lebih dari 90 negara telah meminta bantuan dari dana itu. "Kami belum pernah melihat permintaan pembiayaan darurat yang semakin meningkat," kata Georgieva.

Dia mendesak negara yang memanfaatkan pembiayaan itu untuk membiayai dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnya.

Georgieva mengatakan bahwa negara ekonomi berkembang paling terpukul oleh wabah. Pasalnya, mereka tidak memiliki sumber daya untuk melindungi dari resesi ekonomi. "Kita tahu bahwa di banyak negara, sistem kesehatan lemah," katanya.

Hal ini diperburuk dengan sikap investor yang menarik uang mereka dari negara-negara yang rentan saat wabah menyebar. "Hampir US$ 90 miliar investasi telah terbang dari negara-negara berkembang selama wabah," katanya.

Georgieva mencatat bahwa krisis akibat corona ini jauh lebih buruk dari krisis keuangan global 2008. Adapun beberapa negara sangat bergantung pada ekspor komoditas. "Dengan harga jatuh, mereka terpukul lagi."

Pada akhir konferensi pers, "Pesan penutup saya adalah kita akan melewati ini, tetapi seberapa cepat dan seberapa efektif sangat tergantung pada tindakan yang kita ambil."

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa negara-negara yang mencabut karantina semakin membuat ekonomi lebih berisiko dan berkepanjangan. "Kita semua sadar akan konsekuensi sosial dan ekonomi dari pandemi ini," kata Tedros. "Pada akhirnya cara terbaik bagi negara untuk mengakhiri pembatasan dan mengurangi dampak ekonomi mereka adalah dengan menyerang virus," katanya.

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr. Mike Ryan mengatakan para pemimpin dunia perlu membangun sistem kesehatan masyarakatnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Refund Tiket 100% KAI Diperpanjang Hingga H+10 Lebaran

Adapun sebelumnya batas refund hanya sampai 29 Mei 2020.

EKONOMI | 4 April 2020

Pandemi Corona, Perta Arun Pastikan Pasokan Gas Tetap Aman

Komitmen ini merupakan upaya perusahaan memperkuat sektor energi nasional guna mendukung aktivitas masyarakat berjalan normal.

EKONOMI | 4 April 2020

Bos Bank Dunia Prediksi Terjadi Resesi Global karena Corona

Bank Dunia berencana segera berbicara dengan para pemimpin Ethiopia, Kenya dan negara-negara lain.

EKONOMI | 4 April 2020

Sejak Awal Tahun, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 19,3 Triliun

Jumlah sepanjang 2020 merupakan 18 emisi dari 16 perusahaan

EKONOMI | 4 April 2020

Pekan Ini, Kapitalisasi Bursa Bertambah Rp 82 Triliun

IHSG berhasil ditutup positif selama minggu ini dengan mencatatkan peningkatan 78 poin (1,71 persen) ke 4.623,4.

EKONOMI | 4 April 2020

Harga Emas Menguat karena Suramnya Data Pekerjaan AS

Kontrak harga emas paling aktif pengiriman Juni di bursa Comex naik US$ 8,00 atau 0,49 persen, menjadi US$ 1.645,7 per ounce.

EKONOMI | 4 April 2020

Harga Minyak Diproyeksi Turun ke US$ 10 Per Barel di Kuartal II

Minyak mentah dunia Brent diperdagangkan naik 9,92 persen menjadi US$ 32,91 pada Jumat sore (3/4/2020) di Asia.

EKONOMI | 4 April 2020

Corona Meluas, Dow Jones Ambles 300 Poin di Akhir Pekan

Dow Jones Industrial Average merosot 360,91 poin, atau 1,7 persen menjadi 21.052,53.

EKONOMI | 4 April 2020

Wall Street Dibuka Melemah Akibat Meningkatnya Pengangguran

Dua sentimen menjadi penggerak Wall Street: meningkatnya angka pengangguran dan melonjaknya harga minyak mentah dunia.

EKONOMI | 3 April 2020

BUMN Diharapkan Bantu Pedagang Kecil dan Perluas Keringanan Tarif Listrik

PLN juga diminta melakukan kajian kemungkinan memberi keringanan tarif bagi pelanggan 1300 VA, mengingat mereka juga terdampak akibat krisis pandemi Covid-19.

EKONOMI | 3 April 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS