AAJI: Penundaan Pembayaran Premi Tergantung Kebijakan Perusahaan Asuransi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

AAJI: Penundaan Pembayaran Premi Tergantung Kebijakan Perusahaan Asuransi

Sabtu, 4 April 2020 | 23:39 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menyatakan, penerapan relaksasi penundaan pembayaran premi yang jatuh tempo (grace period) selama empat bulan, baik untuk nasabah perorangan maupun ritel atau nasabah korporasi, hanya wajib dilakukan apabila perusahaan asuransi mengakui tagihan premi yang berusia hingga empat bulan sebagai aset yang diperkenankan dalam perhitungan tingkat solvabilitas.

Baca Juga: OJK: Sektor Jasa Keuangan hingga Maret Tetap Terjaga

Hal tersebut disampaikan Budi Tampubolon dalam menindaklanjuti surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor S-11/D.05/2020 tanggal 30 Maret 2020 atas kebijakan countercyclical sebagai dampak Covid-19 bagi perusahaan perasuransian.

"Dengan demikian, relaksasi penundaan pembayaran premi sebagaimana dimaksud dalam surat OJK mengenai countercyclical bukan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan bagi perusahaan asuransi dan merupakan kebijakan yang dapat diambil oleh masing-masing perusahaan asuransi," kata Budi Tampubolon dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

AAJI juga berpandangan bahwa kebijakan countercyclical untuk industri asuransi dikeluarkan oleh OJK memberikan beberapa relaksasi kebijakan yaitu perpanjangan batas waktu penyampaian laporan berkala perusahaan kepada OJK, penyelenggaraan penilaian kemampuan dan kepatutan pihak utama melalui telekonferensi, serta memberikan relaksasi terhadap perhitungan solvabilitas perusahaan, dimana hal tersebut diberikan untuk mendukung kinerja perusahaan asuransi serta memberikan kemudahan dalam situasi yang penuh tantangan saat ini.

Baca Juga: Minat Masih Tinggi, Premi Unit Link Tumbuh 13,46%

"Kebijakan-kebijakan tersebut merupakan suatu pilihan yang dapat diambil oleh perusahaan asuransi jiwa namun bukan merupakan kewajiban dalam pelaksanaannya," tambahnya.

AAJI pun lantas meminta nasabah untuk selalu memahami ketentuan-ketentuan dalam polis mereka termasuk mempertimbangkan apakah langkah untuk menunda pembayaran premi akan berpengaruh kepada elemen-elemen investasi yang telah diperhitungkan dalam perencanaan keuangan mereka.

"AAJI juga mengimbau nasabah untuk memastikan agar perlindungan asuransi jiwa yang dimilikinya tetap aktif dan menghubungi perusahaan asuransi masing-masing untuk mendapatkan penjelasan atau apabila mempunyai pertanyaan terhadap polis yang dimiliki," imbaunya.

Baca Juga: Prudential Perkenalkan Aplikasi Kesehatan Pulse

Meski demikian, pihaknya menyambut baik kebijakan countercyclical yang dikeluarkan oleh OJK yang bertujuan untuk menjaga stabilitas kinerja industri keuangan non-bank (IKNB) di tengah wabah Covid-19, sekaligus sebagai suatu dukungan bagi industri asuransi jiwa untuk terus berkontribusi bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Budi mengatakan, AAJI meminta perusahaan anggota untuk tetap merekrut tenaga pemasar baru agar masyarakat tetap mendapatkan layanan untuk proteksi kesehatan dan finansial mereka. Hal ini mengkonfirmasi komitmen industri asuransi jiwa untuk terus berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja, bahkan di situasi yang sulit seperti saat ini

Selain itu, AAJI juga meminta OJK untuk memberikan relaksasi kepada perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam penjualannya, dimana pertemuan langsung secara tatap muka antara tenaga pemasar dan calon nasabah dapat digantikan dengan penggunaan teknologi komunikasi (pertemuan langsung secara digital), serta menghapus kewajiban tanda tangan basah dan menggantikannya dengan tanda tangan dalam bentuk digital atau elektronik.

Baca Juga: Pembentukan Lembaga Penjamin Polis Dinilai Mendesak

"Hal ini sesuai dengan ajakan pemerintah untuk melakukan gerakan physical distancing dalam menghadapi pandemi saat ini," ungkap Budi.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPR Didesak Tidak Bahas Draf Omnibus Law Ciptaker

DPR jangan laksanakan menelikung masyarakat soal Omnibus Law.

EKONOMI | 4 April 2020

Perusahaan Jasa Konstruksi Bidik Segmen Renovasi Bangunan

Iron King menggandeng startup RajaRenov, untuk membantu konsumen yang mengalami kesulitan dalam melakukan renovasi bangunan.

EKONOMI | 4 April 2020

CIMB Niaga Permudah Transaksi Perbankan Nasabah Korporasi melalui BizChannel@CIMB

PT Bank CIMB Niaga Tbk terus menghadirkan berbagai kemudahan perbankan digital.

EKONOMI | 3 April 2020

Seluruh Bandara AP II Tetap Beroperasi Penuh

PT Angkasa Pura II siaga penuh mengantisipasi adanya medic evacuation.

EKONOMI | 4 April 2020

Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Jabodetabek, Naik 50%

Di wilayah Jabodetabek, pada kondisi normal rata-rata penyaluran LPG 3 kg mencapai 1,2 juta tabung per hari

EKONOMI | 4 April 2020

IMF: Ekonomi Dunia Terhenti, Lebih Parah dari Krisis 2008

IMF memiliki dana senilai US$ 1 triliun.

EKONOMI | 4 April 2020

Refund Tiket 100% KAI Diperpanjang Hingga H+10 Lebaran

Adapun sebelumnya batas refund hanya sampai 29 Mei 2020.

EKONOMI | 4 April 2020

Pandemi Corona, Perta Arun Pastikan Pasokan Gas Tetap Aman

Komitmen ini merupakan upaya perusahaan memperkuat sektor energi nasional guna mendukung aktivitas masyarakat berjalan normal.

EKONOMI | 4 April 2020

Bos Bank Dunia Prediksi Terjadi Resesi Global karena Corona

Bank Dunia berencana segera berbicara dengan para pemimpin Ethiopia, Kenya dan negara-negara lain.

EKONOMI | 4 April 2020

Sejak Awal Tahun, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 19,3 Triliun

Jumlah sepanjang 2020 merupakan 18 emisi dari 16 perusahaan

EKONOMI | 4 April 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS