Awal April Penyaluran FLPP Capai Rp 2,9 Triliun

Awal April Penyaluran FLPP Capai Rp 2,9 Triliun
Ilustrasi perumahan. ( Foto: Antara / Raisan Al Farisi )
Imam Muzakir / CAH Minggu, 5 April 2020 | 16:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi virus corona (COVID-19) yang masih berlangsung hingga saat ini memaksa pemerintah untuk memperpanjang penerapan pola kerja work from home (WFH) hingga akhir 21 April 2020. Tak menghentikan kinerja program pemerintah dalam mewujudkan rumah murah bagi masyarakat.

Pemerintah per tanggal 3 April 2020 melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR telah menyalurkan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sebesar Rp 2,967 triliun untuk 29.560 unit rumah. Sehingga total penyaluran FLPP sejak tahun 2010 hingga per 3 April 2020 adalah sebesar Rp 47,334 triliun untuk 685.162 unit rumah.

“Meski saat ini masih ada Pademi Covid-19, tidak serta merta mengendurkan kinerja layanan kami kepada masyarakat terutama masalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” ungkap Dirketur Utama PT PPDPP, Arief Sabarudin, dalam siaran pers, Minggu (5/4/2020).

Seperti diketahui bahwa pada Kuartal pertama tanggal 31 Maret 2020 lalu, pemerintah juga telah mencatat bahwa ada 10 (sepuluh) bank pelaksana yang telah melakukan penyaluran tertinggi sejak awal tahun 2020, bank pelaksana tersebut antara lain, Bank BTN sebanyak 18.867 unit rumah, bank BNI sebanyak 2.330 unit rumah, bank BTN Syariah sebanyak 1.889 unit rumah, BPD BJB sebanyak 970 unit rumah, bank Arthagraha sebanyak 907unit rumah, BRI Syariah sebanyak 478 unit rumah, Bank Jatim Syariah sebanyak 373 unit rumah, bank Jambi sebanyak 333 unit rumah, bank Kalsel Syariah sebanyak 245 unit rumah dan Bank NTB Syariah sebanyak 173 unit rumah.

Adapun komposisi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) penerima FLPPberdasarkan jenis pekerjaan pada tahun 2020 ini per tanggal 31 Maret antara lain, swasta 72,91%, pegawai negeri sipil 7,22 %, wiraswasta 8,22 %, TNI/Polri 2,48 %, dan lainnya 9,17 %.

Tercatat dari data PPDPP per 3 April 2020 sebanyak 124.041 calon debitur yang mengakses aplikasi SiKasep, 26.127 calon debitur belum mengajukan subsidi checking, 42.961 sudah dinyatakan lolos subsidi checking, 452 tidak lolos subsidi checking dan 36.862 sedang dalam proses verifikasi bank serta sebanyak 29.560 telah menikmati fasilitas FLPP.

Tidak hanya itu, dari sisi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Saat ini MBR bisa mencari dan menentukan rumah idaman cukup dari gadget pribadi tanpa harus keluar rumah. Hal ini semua dimungkinkan karena PPDPP telah menyiapkan aplikasi sikasep.

Terkait adanya Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Nomor 34 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mencegah penyebaran Virus corona(Covid-19) di Instansi Pemerintah. SE tersebut menyebutkan bahwa penerapan WFH yang sebelumnya berlaku hingga 31 Maret 2020, saat ini diperpanjang hingga tanggal 21 April 2020.

Hal serupa juga dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan menerbitkan SE Menteri PUPR Nomor 06/SE/M/2020 tentang Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Kementerian PUPR. Dengan mempertimbangkan edaran tersebut, Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUP memperpanjang penerapan pola kerja WFH hingga akhir April 2020 mendatang.

“Semua memang ada hikmahnya. Kehadiran Covid 19 tidak serta merta mengendurkan kinerja PPDPP dan telah mengantisipasi kehadiran era Revolusi Industri 4.0, dimana layanan FLPP yang tidak lagi dibatasi oleh waktu, tempat dan ruang,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com