OJK: Indeks Saham Mulai Rebound

OJK: Indeks Saham Mulai Rebound
Ilustrasi IHSG anjlok. ( Foto: Antara )
Lona Olavia / WBP Minggu, 5 April 2020 | 17:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks saham di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia seminggu belakangan ini sudah mulai menempati teritori positif. Hal ini menunjukkan bahwa indeks akan menguat kembali (rebound).

Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date (ytd) masih minus 26,61 persen, namun selama pekan lalu naik 1,71 persen. Adapun secara ytd bursa Amerika Serikat tercatat minus 26 persen Filipina 31,58 persen, Thailand 27,65 persen, Singapura 25,45 persen, Malaysia 16 persen, Tiongkok 9,38 persen.

“Namun ada tanda-tanda yang relatif agak menggembirakan, frekuensi hijau beberapa kali dan sudah kelihatan merangkak membaik. Kalau kita lihat di belahan dunia juga indeksnya sudah membaik ya. Nah ini adalah tanda-tanda bahwa ini sudah mulai rebound,” ungkap Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam live streaming Perkembangan Industri Jasa Keuangan dan Kebijakannya, di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Baca juga: Pekan Ini, Kapitalisasi Bursa Bertambah Rp 82 Triliun

Terkait seberapa cepat indeks akan rebound, Wimboh mengatakan, hal itu tergantung seberapa cepat masing-masing negara memberikan stimulus yang bisa menyangga sektor riil dan keuangan akibat pandemi virus corona (covid-19). “Untuk itu, OJK, pemerintah, dan BI berikan kebijakan yang bisa mengurangi dampak negatif dari Covid-19 ini,” pungkasnya.

Baca jugaPertumbuhan Ekonomi Dijaga Tak Turun Hingga di Bawah 2,3 Persen

Untuk meredam volatilitas pasar modal, OJK jelas Wimboh, telah mengambil berbagai kebijakan. Misalnya, pelarangan short selling, assymmetric auto rejection, trading halt 30 menit untuk penurunan indeks 5 persen, dan buy back saham tanpa melalui RUPS, hingga perpanjangan penggunaan laporan Keuangan untuk IPO dari 6 bulan menjadi 9 bulan. “Terkait buy back, sudah ada 60 emiten yang menyampaikan keinginannya dengan nilai Rp 17,28 triliun,” ucap Wimboh.

Selain itu, OJK juga telah mengeluarkan kebijakan relaksasi batas waktu penyampaian laporan keuangan dan penyelenggaraan RUPS, memperkenankan emiten melakukan RUPS melalui sistem elektronik (e-RUPS), relaksasi berlakunya laporan keuangan dan laporan penilaian di pasar modal, dan relaksasi terkait masa penawaran awal dan penawaran umum.

OJK juga mengeluarkan kebijakan relaksasi nilai haircut untuk perhitungan collateral dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD), stimulus dan relaksasi kepada industri pengelolaan investasi, penyingkatan jam perdagangan di bursa efek, di penyelenggara pasar alternatif, dan waktu operasional penerima laporan transaksi efek, serta penyesuaian waktu penyelesaian transaksi perdagangan efek.



Sumber: BeritaSatu.com