Lanjutkan Penguatan, IHSG Ditutup Naik 4,07 Persen

Lanjutkan Penguatan, IHSG Ditutup Naik 4,07 Persen
Pengunjung melintas di depan layar elektrik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi II di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis, 2 April 2020. IHSG kemarin sempat dibuka minus hingga penutupan sesi I, kemudian rebound di sesi II hingga akhirnya ditutup naik 65,64 poin atau 1,47 persen ke 4.531,68. ( Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal )
Lona Olavia / Merdhy Pasaribu / MPA Senin, 6 April 2020 | 15:12 WIB


Jakarta, Beritasatu.com- Awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil lanjutkan penguatannya, kompak dengan bursa regional lainnya. Pada perdagangan Senin (6/4), IHSG betah di zona hijau bahkan terus menguat dari awal pembukaan hingga ditutup dengan naik 188,39 poin atau 4,07 persen ke 4.811,82.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 661,97 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,81 miliar lembar saham senilai Rp 7,18 triliun. Sebanyak 287 saham naik, 131 saham menurun, dan 135 saham tidak bergerak nilainya. Di mana, seluruh sektor saham kali ini semuanya kompak menguat. Di mana, properti tercatat menguat paling tinggi dengan 7,13 persen disusul agribisnis dengan 5,09 persen.

Memasuki bulan April tahun 2020, Pandemi COVID-19 masih memberikan dampak yang fluktuatif bagi Pasar Modal Indonesia, namun terlepas dari situasi tersebut pergerakan IHSG berhasil ditutup positif selama minggu ini atau untuk periode 30 Maret sampai dengan 3 April 2020, dengan mencatatkan peningkatan sebesar 1,71 persen berada pada posisi 4.623,429.

Senada dengan IHSG, nilai kapitalisasi pasar pada minggu ini juga mengalami peningkatan sebesar 1,55 persen atau sebesar Rp 5.341,128 triliun dari Rp 5.259,807 triliun pada penutupan minggu sebelumnya. Investor asing sepanjang tahun 2020 mencatat adanya jual bersih asing sebesar Rp 10,78 triliun.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, kenaikan IHSG sejalan dengan penurunan jumlah kasus baru Covid-19, terutama di beberapa negara. “Di Amerika, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol beberapa hari ini umumkan adanya penurunan kasus baru. Lima negara besar itu padahal juaranya korona. Penurunan ini lantas jadi kekuatan dan pasar berspekulasi. Tapi, nanti pasar bisa koreksi lagi kalau kasus barunya meningkat,” ujarnya kepada beritasatu.com, Senin (6/4).

Pasar saham, dikatakannya terus menunggu kasus positif Covid-19 berkurang. Namun, terlepas dari itu, tren indeks diakuinya memang mulai menunjukkan rebound dalam jangka pendek. “Kasus kesehatan jadi fokus utama pelaku pasar. Kalau kesehatan membaik, semuanya akan ikutin termasuk indeks,” katanya.

IHSG, diprediksinya akan kembali menguat di akhir pekan. Pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi pasar global dan regional. Support IHSG di level 4393 sampai 3918 dan resistance di level 4848 sampai 5112. “Cenderung BOW (buy on weakness) atau beli ketika terjadi pelemahan di pasar,” ucapnya.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, perjalanan IHSG masih terasa sangat panjang. Namun, ditengah situasi dan kondisi demikian, pasar berangsur-angsur pulih atau biasanya sudah bisa menerima situasi dan kondisi yang ada. “Saham-saham sekarang sudah banyak yang undervalue, sehingga merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mulai masuk,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com