Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp 16.412/US$

Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp 16.412/US$
Karyawan bank menghitung uang dolar Amerika Serikat saat penukaran mata uang tersebut di Bank BCA Kantor Cabang Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, kemarin. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah kemarin mencapai Rp16.273 karena kepanikan pasar akan penyebaran virus Corona. ( Foto: Beritasatu.com / Defrizal Mohammad )
Lona Olavia / MPA Senin, 6 April 2020 | 16:42 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- Kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS kembali lanjutkan penguatannya pada Senin (6/4/2020) dengan menguat 17,5 poin atau sekitar 0,11 persen ke 16.412,5, mengutip data Bloomberg. Sementara, berdasarkan data kurs referensi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah berada di level Rp 16.556 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, adanya aliran dana asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia mulai pekan lalu membuat rupiah menguat. Apalagi, investor meyakini bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup bagus. Selain itu, ditengah tren suku bunga yang cenderung dipangkas di beberapa negara, bahkan ada yang minus, suku bunga Indonesia dinilai cukup baik masih diatas 4%.

Berdasarkan data transaksi 30 Maret–2 April 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik terjadi net buy Rp3,28 triliun dengan net buy di pasar SBN sebesar Rp 4,09 triliun, sedangkan net jual di pasar saham sebesar Rp 0,82 triliun.

Sementara itu, dolar AS yang melemah sejalan dengan data pengangguran Amerika Serikat (AS) dimanfaatkan pelaku pasar untuk melepas dolar. Rilis data pengangguran oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) membuka mata dunia, bahwa begitu besarnya dampak virus corona (Covid-19) terhadap perekonomian.

Data pertama di April 2020 yang dirilis Kamis, menunjukkan sekitar 6,6 juta orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan lalu. Pada sepekan sebelumnya, dilaporkan ada 3 juta yang mengajukan tunjangan pengangguran. Angka 6,6 juta, merupakan penambahah jumlah pengangguran terbesar mingguan dalam satu dekade terakhir di AS.

“Kalau jumlah epidemi di Indonesia yang sembuhnya meningkat, maka rupiah bisa tambah menguat. Pasar pun percaya ke Indonesia bahwa apa yang dilakukan pemerintah misalnya jaga jarak dan otonomi wilayah masing-masing untuk koordinasi lockdown itu positif bagi pasar, sehingga pasar percaya terhadap Indonesia,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Senin (6/4/2020).

Penguatan juga senada terjadi di indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sejak dibuka tadi pagi terus menguat hingga penutupannya. Apalagi, ada prediksi bahwa puncak orang yang terinfeksi corona akan terjadi minggu ke tiga April dan setelah itu akan cenderung menurun.



Sumber: BeritaSatu.com