Dow Jones Meroket 1.600 Poin karena Pertumbuhan Corona Melambat

Dow Jones Meroket 1.600 Poin karena Pertumbuhan Corona Melambat
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Spencer Platt )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 7 April 2020 | 05:25 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa AS atau Wall Street melonjak pada hari akhir perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa pagi (7/4/2020) karena jumlah kasus virus corona di Amerika Serikat melambat.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1.627,46 poin (7 persen) menjadi 22.679,99. S&P 500 naik 7 persen menjadi 2.663,68 sementara Nasdaq Composite melonjak 7,3 persen menjadi 7.913,24.

Baca juga: Corona Meluas, Dow Jones Ambles 300 Poin di Akhir Pekan

Saham Boeing naik lebih 19 persen memimpin kenaikan Dow. Raytheon Technologies, American Express dan Visa masing-masing naik lebih 11 persen. Indeks S&P 500 didorong sektor utilitas, konsumen, dan teknologi, yang semuanya ditutup naik 7 persen. Saham ritel seperti Nordstrom, Kohl dan Macy juga naik tajam.

Penguatan bursa AS didorong data yang menunjukkan perlambatan jumlah kasus corona harian di AS, meskipun masih dini untuk menentukan tren tersebut bertahan lama. Ada sekitar 30.000 kasus baru pada Kamis (2/4/2020) sebanyak 32.100 kasus pada Jumat (3/4/2020) 33.260 kasus pada Sabtu (4/4/2020) dan kemudian melambat menjadi hanya 28.200 kasus baru pada Minggu (5/4/2020) menurut data terbaru dari Johns Hopkins.

Baca juga: Kondisi Memburuk, Boris Johnson Masuk ICU

Pemerintahan AS Donald Trump juga mencatat pada Minggu ada tanda-tanda stabilisasi rumah sakit membantu pasien sehingga menjadi sentimen Wall Street pada Senin.

Sementara Negara Bagian New York melaporkan 594 kematian akibat virus corona pada Minggu, kurang dari 630 dari Sabtu, menandai penurunan harian pertama. "Data yang masuk menunjukkan keadaan NY mungkin memuncak lebih cepat," kata Kepala Riset Fundstrat Tom Lee, mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien. "Dengan visibilitas yang lebih baik menangani krisis kesehatan di AS, kami percaya investor (pembeli) sekarang mengambil kendali (di market)."

Perlambatan tingkat kematian di Eropa juga memberi harapan bahwa AS segera mencapai puncaknya. Hal ini membuktikan langkah-langkah sosial (social distancing) bekerja. "Saya mulai optimistis," kata Bill Ackman dari Pershing Square dalam sebuah tweet pada Minggu. “Kasus-kasus di NY tampaknya sudah di puncak.”

Namun hingga kini AS masih menjadi negara dengan kasus corona terbanyak dengan 330.000 kasus. Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan, akan ada banyak kematian. AS juga akan menghadapi minggu terberat dalam perang melawan virus.



Sumber: CNBC