Ganjar Minta Perusahaan Leasing Taati Aturan di Tengah Pandemi Corona

Ganjar Minta Perusahaan Leasing Taati Aturan di Tengah Pandemi Corona
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengecek RSUD dr Muwardi Solo, Maret 2020. ( Foto: Istimewa )
Stefi Thenu / FMB Selasa, 7 April 2020 | 19:12 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta perusahaan-perusahaan leasing untuk menaati aturan tentang leasing di tengah kesulitan ekonomi selama pandemi virus corona atau Covid-19. Aturan tentang leasing tersebut merupakan salah satu bentuk insentif pemerintah terkait dampak Covid-19.

"Kami minta perusahaan-perusahaan leasing menaati soal ini. Jangan membikin masyarakat menjadi lebih susah karena semua sudah diatur oleh pemerintah. Kami mohon betul untuk dibantu pelaksanaannya," kata Ganjar di kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (7/4/2020).

Hal itu disampaikan Ganjar setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan aturan tentang leasing di tengah pandemi Covid-19. Sebelumnya pemerintah juga sudah mengeluarkan insentif berupa penjadwalan ulang utang di bank.

"Kemarin sudah kami sampaikan beberapa keputusan terutama yang terkait dengan insentif yang diberikan oleh pemerintah. Bagaimana penjadwalan ulang utang di bank sudah bisa dilakukan. Hari ini sudah dikeluarkan aturan tentang leasing. Leasing ini juga banyak. Masyarakat di bawah sudah nagih semuanya, nah ini OJK sudah membuat ketentuannya. Mudah-mudahan nanti semua bisa mengakses itu melalui nomor-nomor telepon yang sudah diberikan oleh OJK sehingga konsultasi bisa dilakukan," jelas Ganjar.

Sementara itu, untuk menangani dampak pandemi Covid-19 di sektor ekonomi lainnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sudah bergerak. Di antaranya dengan menyiapkan jaring-jaring pengaman untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan Kartu Prakerja bagi karyawan yang terkena PHK.

"Terus kemudian yang kena PHK sudah kami siapkan Kartu Prakerja. Di Jawa Tengah alokasinya cukup banyak dan pendaftarnya masih sedikit. Maka sebentar lagi Dinas Tenaga Kerja akan merespons itu dengan cepat," jelas Ganjar. 



Sumber: BeritaSatu.com