Properin Kenalkan Platform Crowdfunding Investasi Properti

Properin Kenalkan Platform Crowdfunding Investasi Properti
PT Properti Teknologi Indonesia meluncurkan platform Properin, yang fokus pada investasi di bidang properti. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 8 April 2020 | 21:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bidang properti atau real estate merupakan salah satu jenis investasi yang dinilai sangat aman dan minim risiko. Hal itu masih ditambah nilai investasi yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Baca: Sektor Properti dan Startup Naik Daun

Namun, banyak kalangan yang merasa bahwa investasi di bidang real estate hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki dana atau anggaran yang besar. Kondisi tersebut, membuat lima orang founder bergabung untuk mendirikan startup crowdfunding properti bernama Properin.

General Manager Properin, Reza Pahlevi, menjelaskan, Properin merupakan singkatan dari property investment dan merupakan platform online-to-offline (O2O) yang fokus pada investasi di bidang properti di bawah naungan PT Properti Teknologi Indonesia.

"Properin resmi berdiri pada tahun 2019, oleh beberapa founder yang memiliki latar belakang dan pengalaman di dunia properti, keuangan dan juga teknologi," ujar Reza Pahlevi dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Baca: Proyek Indekos Premium Jadi Pilihan Investor

Reza mengatakan, Properin memungkinkan pengguna mencari peluang proyek properti yang dapat diinvestasikan dan membantu pengembang properti atau developer untuk dapat membangun banyak perumahan dan hunian yang terjangkau bagi masyarakat.

"Dalam satu tahun, Properin telah berhasil mengumpulkan 6 proyek properti dengan total pendanaan sebesar Rp 9 miliar dari 25 investor yang bergabung di platform. Investor dan pengembang properti dikumpulkan di satu platform," tandas Reza.

Menurut Reza,  yang membedakan Properin dengan perusahaan sejenis adalah biasanya property crowdfunding fokus di pembiayaan house flipping. Hal ini berarti, rumah yang akan dipasarkan diperbaiki terlebih dahulu dan kemudian dijual dengan harga yang lebih tinggi. Kemudian, hasilnya dibagikan ke investor yang telah menanamkan modal.

Baca: Konsep TOD Tingkatkan Nilai Investasi Properti

"Sedangkan Properin sendiri, fokus di proyek jangka panjang dengan jumlah unit yang cukup banyak. Hal ini tentunya memberikan nilai lebih bagi investor yang menanamkan modalnya di platform," tandas Reza.

Lebih lanjut, Reza menambahkan, Properin juga fokus membantu developer yang ingin memberikan dampak dengan membangun perumahan dan hunian dengan harga terjangkau. "Saat ini, segmen tersebut menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat," tegasnya.

Reza menilai, tantangan terbesar Properin sebagai perusahaan rintisan atau startup teknologi adalah pertumbuhan yang cepat dengan operasi bisnis yang seaman mungkin.

Baca: Bisnis Properti Jabodetabek Masih Menjanjikan

"Untuk kedepannya, diharapkan Properin tidak hanya melayani jasa crowdfunding, namun juga seluruh kebutuhan di sektor properti yang mencakup platform seperti jual beli properti dan lainnya," pungkas Reza Pahlevi.



Sumber: BeritaSatu.com