Apresiasi Kampus Bikin Ventilator, Kemperin Dorong Kerja Sama Industri
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Apresiasi Kampus Bikin Ventilator, Kemperin Dorong Kerja Sama Industri

Rabu, 8 April 2020 | 22:59 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) memandang sejumlah perguruan tinggi di Indonesia memiliki kesiapan dan kemampuan untuk memproduksi alat kesehatan seperti ventilator atau alat bantu pernapasan.

Produksi ventilator ini menjadi salah satu hal penting saat ini karena dibutuhkan dalam jumlah cukup banyak sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19.

“Kami mendapat laporan, tim dari perguruan tinggi sudah memiliki mitra dalam upaya memproduksi ventilator. Namun, mereka punya keterbatasan khususnya terkait ketersediaan bahan baku dan rantai pasok,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Untuk mendorong percepatan produksi ventilator tersebut, Kemperin akan turut bantu memantau dan memastikan dua komponen tersebut. “Kalangan akademisi ini berupaya segera membuat blueprint ventilator yang kemudian akan dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan,” tutur Agus.

Adapun empat perguruan tinggi yang sedang melakukan proses produksi ventilator di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, dan Institut Teknologi Bandung. “Tahapan perizinan dan uji klinis akan didukung secara penuh oleh Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus mengutarakan bahwa proses pembuatan ventilator ini juga membutuhkan business model, karena menjadi langkah strategis jangka menengah dan panjang.

“Saat ini memang menjadi momentum yang tepat untuk kita bersama-sama membantu Indonesia mengatasi pandemi Covid-19. Selain itu, dapat membangkitkan gairah industri alat kesehatan di dalam negeri, dengan diawali memproduksi ventilator ini,” paparnya.

Oleh karena itu, Agus memberikan apresiasi kepada sejumlah perguruan tinggi yang berminat untuk memproduksi ventilator. “Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi pada kampus serta mitra-mitranya yang terlibat dalam pembuatan ventilator ini,” ujarnya.

Di samping itu, perguruan tinggi didorong juga untuk menjalin kerja sama dengan pelaku industri. “Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat proses produksi maupun membantu penyediaan bahan baku utama pembuatan ventilator,” imbuhnya.

Salah satu perguruan tinggi yang berkolaborasi dengan dunia industri dalam memproduksi ventilator adalah Universitas Gadjah Mada. Kampus tersebut menggandeng PT Yogya Presisi Teknikatama Industri (YPTI) yang berperan sebagai project integrator, prototyping, dan hardware developer.

Sementara itu, PT YPTI bermitra dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan pemasok komponennya untuk memenuhi kebutuhan rantai pasok bahan baku.

Saat ini, kolaborasi yang disebut ‘Tim Jogja’ tersebut sedang dalam tahap pengembangan prototype yang diharapkan siap minggu depan. “Mereka kemudian akan melakukan pengujian dan evaluasi, pertama kali akan dilakukan dengan alat uji dan kalibrasi ventilator dukungan dari Kemenperin,” ungkap Agus.

Perguruan tinggi lainnya yang juga menjalin kerja sama dengan sektor industri adalah Institut Teknologi Bandung. Tim dari ITB menggandeng industri yang berada di bawah Kementerian BUMN, yaitu PT Dirgantara Indonesia, PT Len Industri, dan PT Pindad. ITB juga dikabarkan sudah siap untuk segera memproduksi ventilator sebanyak 10.000 unit dengan harga relatif terjangkau dalam beberapa minggu ke depan.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohanes Nanggoi mengungkapkan, salah satu anggota asosiasi sedang memproduksi ventilator dengan skema reverse engineering terhadap satu ventilator impor. “Produksi akan dilakukan secepat dan sebanyak mungkin serta akan diproduksi menggunakan pabrik kendaraan bermotor yang saat ini sedang menghentikan produksinya,” terangnya.

Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan, untuk mempercepat produksi ventilator, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah stimulus. Sebut saja seperti pembiayaan prototyping ventilator medical grade dengan melakukan reverse engineering sehingga menghasilkan ventilator sederhana di luar ICU dan ventilator advance untuk ruang ICU.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan kemudahan ketentuan lartas impor bahan baku atau komponen ventilator. Selanjutnya dari Kemenkes juga akan merelaksasi uji performa. Terakhir, membuat standar atau spesifikasi jenis dan kualitas serta kebutuhan untuk ventilator.

“Kami akan melakukan penunjukan langsung kepada perusahaan yang dianggap mampu melakukan prototyping ventilator dan pengecualian izin edar untuk ventilator pada K/L terkait,” ujarnya.

Merujuk data Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) Kementerian Kesehatan, jumlah ventilator di Indonesia saat ini sebanyak 8.396 unit yang tersebar di 1.827 rumah sakit di seluruh negeri. Adapun, harga ventilator saat ini berkisar Rp 300 juta – Rp 800 juta per unit.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Dialog dengan UMKM di Solo, Airlangga Diminta Jadi Pembina Komunitas UMKM Usaha

Airlangga yang meninjau langsung kegiatan pelaku UMKM di Solo diminta menjadi pembina Komunitas UMKM Usaha.

EKONOMI | 24 September 2021

IHSG Dibuka Menguat Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,14% ke 6.151,2 pada awal perdagangan hari ini, Jumat (24/9/2021).

EKONOMI | 24 September 2021

IHSG Berpeluang Menguat, Cermati Saham-saham Ini

Valbury Sekuritas Indonesia menyarankan para investor untuk cermati saham BBRI, BBTN, PTBA, PGAS, WIKA, ANTM.

EKONOMI | 24 September 2021

Bursa Asia Dibuka Menguat, Investor Terus Pantau Krisis Evergrande

Nikkei 225 Tokyo naik 1,71%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,26%, Kospi Korea Selatan naik 0,32%.

EKONOMI | 24 September 2021

Program Padat Karya Tata Guna Irigasi Kementerian PUPR Serap 190.000 Tenaga Kerja

Capaian PKY P3TGAI sudah sebesar 95,68% senilai Rp 2,4 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 190.958 orang di 10.735 lokasi.

EKONOMI | 24 September 2021

Tol Solo-Yogyakarta-Bandara YIA Kulon Progo Mulai Konstruksi

Kementerian PUPR dan BUJT telah memulai pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulon Progo sepanjang 96,57 km.

EKONOMI | 24 September 2021

Bank Sentral Inggris dan AS Tahan Kebijakan, Bursa Eropa Ditutup Menguat

Stoxx 600 naik 0,93%, DAX Jerman naik 0,88%, FTSE Inggris turun 0,07%, FTSE MIB Italia naik 1,41%, Stoxx 600 naik 0,93%.

EKONOMI | 24 September 2021

Wall Street Ditutup Menguat Seiring Meredanya Krisis Evergrande

Dow Jones Industrial Average naik 1,48% ke 34.764,82. S&P 500 naik 1,21% ke 4.448,98. Nasdaq naik 1,04% ke 15.052,24.

EKONOMI | 24 September 2021

Fokus Pasar : Koreksi Turun Proyeksi Ekonomi Asia

Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan di Asia pada tahun ini menjadi 7,1% dari sebelumnya 7,3%.

EKONOMI | 24 September 2021

Dua Anak Usaha Archi Raih Penghargaan ISDA 2021

PT MSM dan PT TTN berhasil mendapatkan Platinum, penghargaan tertinggi atas pencapaian program-program SDGs.

EKONOMI | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Dialog dengan UMKM di Solo, Airlangga Diminta Jadi Pembina Komunitas UMKM Usaha

Dialog dengan UMKM di Solo, Airlangga Diminta Jadi Pembina Komunitas UMKM Usaha

EKONOMI | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings