The Fed Tahan Suku Bunga Dekati Nol Hingga Dampak Covid-19 Mereda
INDEX

BISNIS-27 526.593 (1.29)   |   COMPOSITE 6140.17 (-13.29)   |   DBX 1202.23 (-7.31)   |   I-GRADE 182.055 (0.36)   |   IDX30 520.23 (0.55)   |   IDX80 139.249 (-0.07)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.25)   |   IDXESGL 143.85 (-0.09)   |   IDXG30 142.18 (0.55)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-0.21)   |   IDXQ30 148.957 (0.28)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-1.27)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.64)   |   IDXV30 138.219 (0.1)   |   INFOBANK15 1055.23 (2.97)   |   Investor33 446.478 (0.8)   |   ISSI 180.128 (-0.46)   |   JII 636.549 (-1.11)   |   JII70 222.134 (-0.73)   |   KOMPAS100 1238.45 (-1.22)   |   LQ45 966.883 (1.11)   |   MBX 1689.51 (-2.6)   |   MNC36 329.297 (0.28)   |   PEFINDO25 325.3 (-4.01)   |   SMInfra18 310.992 (1.65)   |   SRI-KEHATI 381.519 (0.76)   |  

The Fed Tahan Suku Bunga Dekati Nol Hingga Dampak Covid-19 Mereda

Kamis, 9 April 2020 | 06:35 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Washington, Beritasatu.com - Pembuat kebijakan bank senral AS (the Federal Reserve/the Fed) merilis notula pertemuan 15 Maret atau minute of meeting edisi Maret pada Rabu waktu setempat atau Kamis WIB (9/4/2020). Hasilnya the Fed tetap mempertahankan suku bunganya (the fed fund rate/FRR) pada nol hingga 0,25 persen.

Para pembuat kebijakan the Fed tidak hanya menganggap penting kekuatan suku bunga, tetapi akan mempertahankan suku bunga mendekati nol ke depan. Demikian risalah yang dirilis Rabu. Risalah itu mencerminkan para pembuat kebijakan khawatir tentang dampak corona terhadap perekonomian.

"Semua peserta memandang prospek ekonomi jangka pendek AS telah memburuk dalam beberapa pekan terakhir dan telah menjadi sangat tidak pasti," kata notulen berita acara.

Pertemuan, yang diadakan secara remote (jarak jauh) pada Minggu sore, menghasilkan bahwa komite akan menerapkan kebijakan menangkal krisis keuangan. Semua anggota mendukung, kecuali Presiden Fed Cleveland Loretta Mester yang berbeda pendapat.

"Dalam diskusi tentang kebijakan moneter pada pertemuan ini, anggota mencatat bahwa wabah corona telah merugikan masyarakat dan mengganggu ekonomi di banyak negara, termasuk Amerika Serikat. Hal ini juga berdampak secara signifikan pada kondisi keuangan global," kata berita acara.

“Anggota menilai bahwa efek corona akan membebani aktivitas ekonomi dalam waktu dekat dan akan menimbulkan risiko prospek ekonomi. Mengingat perkembangan ini, hampir semua anggota sepakat untuk menurunkan tingkat suku bunga (the Federal Fund Rate/FRR) menjadi 0 hingga 0,25 persen,” demikian risalah itu.

Keputusan itu juga menjelaskan panduan yang digunakan the Fed untuk membuat kebijakan ke depannya.

“Berkenaan dengan kebijakan moneter di luar pertemuan ini, para peserta menilai bahwa akan tepat untuk mempertahankan target FRR pada 0 hingga 0,25 persen sampai pembuat kebijakan yakin bahwa ekonomi telah melewati peristiwa baru-baru ini dan berada di jalur tepat untuk mencapai tujuan stabilitas harga," kata berita acara.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Harga Emas Relatif Stabil di Tengah Program Stimulus

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di Bursa Comex naik tipis US$ 0,6 atau 0,04 persen, menjadi US$ 1.684,3 per ounce.

EKONOMI | 9 April 2020

Harga Minyak Naik, Investor Cermati Pemotongan Produksi

Harga minyak sangat fluktuatif sehingga berita tentang arah negosiasi dapat menggerakkan harga.

EKONOMI | 9 April 2020

Wall Street Meroket karena Harapan Covid-19 Capai Fase Puncak

Dow Jones Industrial Average naik 779,71 poin, atau 3,44 persen menjadi 23,433.

EKONOMI | 9 April 2020

Apresiasi Kampus Bikin Ventilator, Kemperin Dorong Kerja Sama Industri

Perguruan Tinggi harus membuat ventilator.

EKONOMI | 8 April 2020

Kemkop dan UKM Ajak KUMKM Indonesia Produksi Masker Kain

Pelaku UMKM diminta memproduksi masker kain.

EKONOMI | 8 April 2020

Indikasi Covid-19 Mereda, Wall Street Dibuka Positif

Bursa Amerika Serikat atau Wall Street dibuka menguat ditopang sentimen meredanya wabah virus corona atau Covid-19.

EKONOMI | 8 April 2020

Properin Kenalkan Platform Crowdfunding Investasi Properti

Properin merupakan platform online-to-offline (O2O) yang fokus pada investasi di bidang properti.

EKONOMI | 8 April 2020

Covid-19 Ancam Stok Pangan dan Volatilitas Harga

Penurunan tenaga kerja pertanian semasa pandemi virus corona bisa sampai 4%.

EKONOMI | 8 April 2020

Dampak Covid-19, Bisnis Perhotelan Jakarta dan Bali Terpuruk

Virus corona membuat industri hotel sangat terpuruk dan bahkan terpaksa harus menutup kegiatannya dan merumahkan sejumlah karyawannya

EKONOMI | 8 April 2020

Octa Investama Beri Insentif Trader

Octa yang menyediakan layanan trading online telah menggarap pasar Indonesia.

EKONOMI | 8 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS