IHSG Berhasil Naik 0,48 Persen

IHSG Berhasil Naik 0,48 Persen
Ilustrasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). ( Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim )
Lona Olavia / Merdhy Pasaribu / MPA Kamis, 9 April 2020 | 15:33 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com-Jelang libur Jumat Agung, volatilitas pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat tinggi, pada Kamis (9/4). Sempat dibuka menguat 0,62 persen setelah sehari sebelumnya ditutup ambles -3.17 persen, IHSG akhirnya berhasil singgah di zona hijau setelah naik 22,38 poin atau 0,48 persen ke level 4.649,07.

Alhasil selama seminggu perdagangan ini, IHSG masih mentorehkan kenaikan 2,59 persen. Namun, secara year to date masih -26,2 persen.

Frekuensi perdagangan saham hari ini tercatat sebanyak 574,61 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,62 miliar lembar saham senilai Rp 6,30 triliun. Sebanyak 203 saham naik, 194 saham menurun, dan 137 saham tidak bergerak nilainya.

Di mana, 2 dari 10 sektor menetap di wilayah negatif pada akhir perdagangan, dipimpin aneka industri yang menguat 4,49 persen, disusul sektor konsumer 2,1 persen. Lalu sektor keuangan -0,52 persen dan perdagangan 0,54 persen.

Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp 376,71 miliar. Berbeda tipis dari kemarin di mana investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp 329 miliar.

Hal yang sama juga terjadi di bursa regional yang juga bergerak variatif. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup -0,04 persen, Hang Seng Hongkong naik 1,28 persen, dan Straits Times Singapura naik 1,34 persen.

Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan, berdasarkan analisa teknikal, IHSG saat ini memang memiliki peluang bergerak mix dan diperdagangkan pada level 4.467-4.859. Warna-warni sentimen mempengaruhi transaksi hari ini.

“Belum ada banyak pergerakan, namun penguatan rupiah di bawah Rp 16.000 per dolar AS memberikan sentimen yang positif,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Kamis (9/4).

Menguti bloomberg, nilai kurs rupiah terhadap dolar AS saat ini menguat 340 poin atau 2,09 persen ke Rp 15.910 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia meyakini bahwa nilai tukar rupiah akan terus membaik menuju 15.000-an. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, nilai rupiah terus menguat disebabkan oleh tingkat confident dunia terhadap kondisi korban covid-19 yang mulai berkurang. “Rupiah saat ini undervalued sementara risiko global menurun,” katanya.

Namun, penguatan IHSG sifatnya terbatas. Menurut catatan bulanan Eastpring Investment, investor masih khawatir akan cepatnya penularan virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat dan Eropa mengurangi laju pertumbuhan global dan memicu resesi global.

Selain itu, tekanan geopolitik antara Arab Saudi dan Rusia sedang ditunggu perkembangannya dalam pertemuan hari ini.

Kebijakan Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) dan bank sentral dunia lainnya dengan pelonggaran moneter melalui pemotongan suku bunga dan memperluas neraca untuk mengatasi masalah likuiditas dan pasar kredit.

"The Fed telah memangkas suku bunga acuan sebanyak dua kali pada bulan Maret yaitu sebesar 50 bps [basis poin] dan kemudian 100 bps. Sementara itu, pemerintah di seluruh dunia turut menerbitkan paket stimulus fiskal untuk membantu konsumen dan bisnis," tulis riset Eastpring Investmen.

 



Sumber: BeritaSatu.com