Pandemi Covid-19, UMKM Kuliner Andalkan Layanan Pesan Antar

Pandemi Covid-19, UMKM Kuliner Andalkan Layanan Pesan Antar
Karyawan Wingz O Wingz tetap menggunakan masker untuk memastikan kebersihan hidangan yang disajikan. (Foto: dok)
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 9 April 2020 | 21:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dengan diberlakukannya pembatasan jarak fisik (physical distancing) untuk melawan virus corona (Covid-19), para pelaku UMKM bidang kuliner kini mengandalkan teknologi layanan pesan antar.

Pada tahun 2018, UMKM menyumbang sekitar 60 persen terhadap PDB dan menyerap sekitar 121 juta tenaga kerja, sehingga disebut sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun, memburuknya pandemi virus corona yang kini telah mencapai 3.293 kasus mengakibatkan pendapatan mereka merosot tajam.

Menurut penyedia jasa analisis keuangan Moody's, perekonomian Tanah Air diprediksikan akan melambat hingga 3 persen pada tahun 2020 sebelum kembali meningkat di tahun berikutnya. 

Penerapan physical distancing juga mengharuskan para pelaku UMKM kuliner untuk mengubah pola usaha. Sebab, kini pelanggan tidak dapat menikmati hidangan di tempat. Agar tetap bertahan di tengah pandemi virus corona, para pelaku UMKM harus mengandalkan teknologi untuk menjangkau para pelanggan yang kini dianjurkan untuk tidak keluar rumah.

Salah satunya adalah Muhammad Muhlis selaku Manager Pemasaran Wingz O Wingz yang berlokasi di Bandung.

"Dampak yang paling terasa adalah pada transaksi makan di tempat yang sekarang hanya tinggal 5 persen saja. Sesuai imbauan pemerintah, kami membatasi kunjungan pelanggan untuk makan di tempat dengan mengutamakan take away atau order melalui aplikasi," ujar Muhlis di Bandung pada Kamis (9/4/2020).

Untuk menghidupi 250 orang karyawan, usaha kuliner ayamnya yang sebelumnya berawal dari sebuah outlet kecil kini hanya dapat mengandalkan penjualan online.

"Dalam situasi saat ini ketika semua orang diam di rumah saja, aplikasi Grab sangat membantu bisnis kami untuk bertahan. Mereka tetap bisa memesan lewat GrabFood. Saat ini, yang paling saya syukuri bahwa usaha yang saya kembangkan ini sekarang tak hanya menghidupi ratusan karyawan tapi juga membantu para pengemudi ojol di tengah situasi sulit ini," jelasnya.

Mengedepankan Kebersihan

Untuk menekan angka penyebaran virus corona, peningkatan standar prosedur keamanan penyiapan makanan menjadi sebuah kewajiban.

"Standar yang dimaksud antara lain menghadirkan opsi pengantaran tanpa kontak, menyertakan kartu keterangan pengiriman GrabFood yang berisi catatan tanggal, waktu, nama dan suhu tubuh karyawan yang menyiapkan makanan pada setiap kemasan makanan yang dipesan dan pemeriksaan suhu tubuh pelanggan, karyawan serta mitra pengantaran secara rutin,” ujar Neneng Goenadi selaku Managing Director Grab Indonesia.

Apabila mitra pengantar memiliki gejala serupa virus corona seperti demam tinggi, pihak merchant dapat langsung melaporkan ke tim layanan Grab untuk meminta mitra pengantaran lainnya. Tak hanya itu, area persiapan makanan seperti dapur wajib dibersihkan setidaknya empat jam sekali.

Adapun standar keamanan lainnya meliputi wajib menggunakan masker, sarung tangan dan tutup kepala ketika menyiapkan makanan hingga penyegelan pesanan makanan. 

Neneng menambahkan, pihaknya juga akan mendanai secara langsung, serta bermitra dengan pihak ketiga terkait program pemasaran GrabFood untuk merchant terpilih agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.



Sumber: PR