IMF: Pandemik Corona Bisa Picu Resesi Terburuk sejak Depresi Besar

IMF: Pandemik Corona Bisa Picu Resesi Terburuk sejak Depresi Besar
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) yang baru terpilih Kristalina Georgieva berbicara pada konferensi pers di kantor pusat IMF di Washington, Rabu (25/9/2019). (Foto: AFP / Eric BARADAT)
Heru Andriyanto / HA Jumat, 10 April 2020 | 06:42 WIB

Beritasatu.com - Pandemik virus corona berpotensi menyebabkan resesi yang paling parah dalam kurun waktu hampir satu abad terakhir, menurut pernyataan Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, Kamis (9/4/2020).

Georgieva mengatakan pertumbuhan ekonomi global akan berubah menjadi “sangat negatif” pada 2020 dan bahwa sebagian besar negara di dunia – betapa pun kayanya – akan mengalami penurunan pendapatan.

"Faktanya, kita tengah menyongsong kejatuhan ekonomi terburuk sejak Depresi Besar," ujarnya.

Pemulihan bisa dimulai tahun depan, tetapi syaratnya virus corona harus mulai lenyap tahun ini, kata Georgieva.

IMF dan Bank Dunia akan menggelar pertemuan pekan depan, yang bakal terselenggara melalui konferensi video akibat wabah ini.

Depresi Besar, atau Great Depression, adalah kebangkrutan ekonomi dunia yang terjadi pada 1929-1930, diyakini karena ambruknya harga saham di Amerika Serikat.

Ketika itu, produk domestik bruto (PDB) global anjlok hingga 15 persen. Sebagai perbandingan, saat krisis finansial 2008-2009 yang menyebabkan Resesi Besar, PDB global hanya turun kurang dari 1 persen.

Sejumlah negara ada yang merasakan dampak Depresi Besar ini hingga menjelang Perang Dunia II atau sekitar 1942.



Sumber: BBC