Hadapi Covid-19: The Fed Siapkan US$ 2,3 T, UE Rogoh Kocek 500 M Euro

Hadapi Covid-19: The Fed Siapkan US$ 2,3 T, UE Rogoh Kocek 500 M Euro
Gedung Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed). ( Foto: Istimewa )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 10 April 2020 | 08:10 WIB

New York/Brussels, Beritasatu.com - Bank sentral AS atau The Federal Reserve (the Fed) mengumumkan kebijakan senilai US$ 2,3 triliun untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) dan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak Covid-19.

Perekonomian AS menderita pukulan berat. Sebanyak 6,6 juta warga AS kehilangan pekerjaan pekan lalu akibat terhentinya roda perekonomian. The Fed siap menyalurkan US$ 2,3 triliun untuk mengobati Paman Sam yang terserang flu.

Untuk mencegah gelombang PHK, the Fed akan memberikan pinjaman kepada UKM dengan karyawan maksimal 10.000 orang dan pendapatan kurang dari US$ 2,5 miliar pada tahun lalu. Pokok dan bunga pinjaman akan dibebaskan selama setahun. Pinjaman yang diberikan the Fed memiliki nominal minimal US$ 1 juta dan maksimal US$ 25 juta. The Fed menyiapkan US$ 600 miliar untuk program ini.

The Fed juga menyiapkan pinjaman senilai US$ 500 miliar kepada pemerintah lokal yang dipastikan retribusi daerahnya berkurang karena banyaknya PHK dan aktivitas ekonomi yang berhenti.

"Prioritas negara kita adalah mengatasi krisis kesehatan publik, merawat yang sakit dan membatasi penyebaran virus. Peran the Fed adalah memberikan stabilitas dalam periode kesulitan ekonomi ini sehingga kita bisa pulih," kata Gubernur the Fed Jerome Powell, Kamis (9/4/2020).

Stimulus Uni Eropa
Para menteri keuangan Uni Eropa (UE) pada hari yang sama menyetujui paket bantuan senilai 500 miliar euro untuk negara-negara anggotanya yang terdampak corona. Dengan demikian, respons fiskal UE dalam menghadapi virus corona mencapai 3,2 triliun euro.

Setelah berminggu-minggu melakukan negosiasi, Jerman dan Prancis akhirnya mengambil sikap tegas terhadap Belanda yang selama ini tidak sejalan soal pemberian kredit darurat. Belanda menginginkan pinjaman diberikan dengan syarat-syarat tertentu.

Kesepakatan UE tidak menyebut soal penerbitan pinjaman bersama (joint debt issuance) untuk membiayai pemulihan ekonomi. Italia, Prancis, dan Spanyol mendukung join debt, sementara Jerman, Belanda, Finlandia dan Australia menolak. Jalan tengah yang diambil adalah kesepakatan menggunakan "instrumen keuangan yang inovatif".

PM Italia Giuseppe Conte menyebut bahwa eksitensi UE dipertaruhkan jika blok 27 negara ini tidak mampu menyatukan visi melawan pandemi corona.



Sumber: CNBC.com