Imbas Covid-19, Pemangkasan Anggaran Kementerian atau Lembaga Tidak Bisa Dihindari

Imbas Covid-19, Pemangkasan Anggaran Kementerian atau Lembaga Tidak Bisa Dihindari
Ilustrasi Anggaran Dana Kementerian (Foto: Beritasatu.com)
Yeremia Sukoyo / JAS Senin, 13 April 2020 | 21:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti senior Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Malik Ruslan, menilai, memotong anggaran Kementerian dan Lembaga merupakan salah satu upaya pemerintah mempersiapkan amunisi yang cukup untuk melawan virus corona. Menurutnya, pemotongan anggaran ini tak bisa dihindari.

Pemerintah memangkas atau memotong anggaran sejumlah Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk menghadapi virus corona atau Covid-19. Pemangkasan anggaran dilakukan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020.

"Terkait pemotongan anggaran kementerian dan lembaga, menurut saya salah satu jalan yang tak bisa dihindari pemerintah dalam rangka mengerahkan energi untuk mengatasi pandemi Covid-19," kata Malik Ruslan, di Jakarta, Senin (13/4/2020).

Menurutnya, pemotongan anggaran tentunya akan berdampak pada kegiatan operasional kementerian atau lembaga tersebut. Namun demikian, alangkah baiknya jika pemotongan itu sendiri tidak sampai menimbulkan gangguan dalam menjalankan tugas dan wewenang.

"Kalau ditanyakan apakah berdampak pada kementerian atau lembaga, tentu ada. Tapi menurut saya, pemotongan itu tidak mesti membuatnya kehilangan energi sama sekali untuk menjalankan tugas dan wewenangnya sesuai UU," ucapnya.

Saat ini, semua pihak pun harus bisa memahami situasi yang sedang dihadapi. Anggaran untuk mengatasi Covid-19 yang besarnya mencapai Rp 405 triliun juga harus dapat dipastikan sesuai peruntukan.

"Di sini ujian integritas pihak-pihak yang terkait. Jangan sampai ada pihak yang mencari keuntungan pribadi atau kelompok," ujar Ruslan.

Perubahan anggaran dilakukan untuk mengambil kebijakan yang diperlukan untuk menangani pandemi corona dan menghadapi ancaman terhadap perekonomian nasional.

Sebagian besar kementerian dan lembaga mengalami pemangkasan anggaran. Namun ada dua kementerian yang anggarannya naik saat pandemi virus corona, yaitu Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara, kementerian yang mengalami pemotongan anggaran yang cukup besar di antaranya Kemristek dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Tidak hanya itu, lembaga pemerintah non-kementerian lain seperti Polri dan KPK mengalami pemangkasan anggaran.