Mencermati Potensi Ekonomi Zakat di Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mencermati Potensi Ekonomi Zakat di Indonesia

Rabu, 25 Juli 2012 | 13:36 WIB
Oleh : FMB

Berpotensi hasilkan triliunan rupiah.

Untuk membahas tentang potensi zakat, perlu kiranya dipahami terlebih dahulu dua jenis zakat dalam Islam. Ada dua jenis zakat dalam Islam, yaitu zakat fitrah dan zakat maal.

Dua Jenis Zakat

1. Zakat Fitrah

Zakat ini disebut juga dengan zakat nufus atau zakat jiwa. Disebut demikian karena bentuk perhitungan zakat ini menggunakan hitungan per orang (jiwa), bukan harta. Siapapun orang Muslim (laki-laki atau perempuan, anak-anak, bahkan budak kecuali yang benar-benar miskin) memiliki kewajiban untuk zakat fitrah (baik dalam bentuk makanan pokok sekitar 2,5 kg atau uang yang setara).

Oleh karena itulah, zakat ini dalam bahasa ekonomi dapat didefinisikan sebagai biaya tetap dikenakan pada setiap orang. Setiap Muslim - termasuk masyarakat miskin, selama mereka masih memiliki makanan untuk hari pertama Idul Fitri - harus membayar zakat al-fitr untuk diri mereka sendiri dan tanggungan mereka.

Pelaksanaannya adalah menjelang Idul Fitri (waktu wajib bayar) atau dapat pula dibayarkan dari awal Ramadhan (waktu mubah). Zakat Fitrah akan dibahas sendiri dalam pembahasan berikutnya. Dalam membayar atau menyerahkan zakat fitrah ini, dapat dilakukan melalui amil (di masjid-masjid atau musala) dan yang masih banyak berkembang adalah diserahkan sendiri secara langsung kepada penerimanya.

Adapun dalam hal pengumpulan yang dilakukan amil, hasil yang dikumpulkan dari zakat fitrah ini didistribusikan untuk memberi makan orang miskin, sehingga bisa dipastikan bahwa pada saat Idul Fitri tidak ada masyarakat yang kelaparan atau tidak memiliki makanan. Dengan demikian, meskipun banyak orang miskin harus membayar zakat al-fitr, mereka juga penerima utama dari jumlah yang diterima.

2. Zakat Maal

Sesuai namanya, zakat maal merupakan zakat yang dikenakan atas harta benda yang diperoleh atau yang dimiliki oleh seorang Muslim. Tidak seperti zakat al-fitr, zakat al-mal dikenakan hanya pada Muslim yang kekayaannya melebihi ambang batas yang disebut nisab.

Sebelum nisab dihitung, terlebih dahulu diperhitungkan kebutuhan dasar muzakki dan keluarganya, serta kewajiban keuangan dan utang jatuh tempo. Karena mendasarkan kepada kepemilikan harta inilah, maka zakat maal ada yang menyamakan dengan pajak, walaupun sebenarnya memiliki perbedaan yang sangat substansial.

Memang perlu dicatat bahwa fakta sejarah menunjukkan, pengumpulan dan distribusi zakat al-mal dikelola oleh negara pada masa Nabi dan para khulafaurrarasyidin, dan terus menjadi fungsi dari pemerintah Muslim sampai jatuhnya Kekaisaran Ottoman.

Selanjutnya, batas minimum harta yang wajib dizakati pada tabungan atau investasi adalah 85 gram emas, dan jumlah zakatnya adalah 2,5%;. Harta yang dikenakan bisa merupakan harta perniagaan, pertanian/peternakan, dan yang terakhir berkembang zakat profesi.

Potensi Ekonomi Zakat di Indonesia

Dari dua jenis zakat tersebut di atas, zakat fitrah barangkali sering kurang diperhitungkan sebagai potensi besar yang menggerakkan ummat. Lembaga-lembaga amil zakat yang ada selama ini, baik Badan Amil Zakat (BAZ) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) juga kurang memperhitungkan dan lebih banyak menyerahkan menjadi gerakan di masyarakat, baik diserahkan secara langsung maupun pembentukan amil adhoc di masjid-masjid atau mushola.

Hal ini bisa dipahami, karena dari sisi waktu pengumpulan dan distribusi, zakat fitrah berlangsung begitu cepat, hanya dalam hitungan hari atau bahkan jam. Batasnya adalah akhir ramadan hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri. Karenanya, penghitungan yang dijadikan patokan adalah jiwa, bukan harta.

Padahal, jika zakat fitrah dapat dikelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan, sebuah gerakan sosial zakat selama Ramadan akan menjadi sesuatu yang dahsyat. Bayangkan, dengan penghitungan jiwa, setidaknya zakat fitrah akan dibayarkan oleh sekitar 200 juta jiwa Muslim. Jika satu jiwa membayar 2,5 kg beras dan jika dikonversi per kg beras adalah Rp8 ribu, maka per tahun Zakat Fitrah dapat terkumpul sebesar Rp4 triliun.

Akan tetapi, untuk dapat mengelola zakat fitrah secara lebih optimal, tampaknya diperlukan usaha lebih keras, baik dari sisi ijtihad fiqhiyahnya maupun peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Sementara zakat maal memiliki waktu yang relatif lama, yaitu satu tahun (haul). Patokan yang dijadikan dasar hitungan adalah kepemilikan harta. Atas dasar inilah, terdapat ruang yang cukup untuk melakukan perencanaan, pengumpulan dan pendistribusian terkait zakat maal. Dan zakat ini pula yang paling banyak dikelola oleh lembaga-lembaga amil zakat (baik BAZ maupun LAZ).

Dari kedua jenis zakat tersebut, bangsa Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dari penerimaan zakat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh pihak Kemenag dan Baznas misalnya, disebutkan bahwa potensi zakat di Indonesia mencapai Rp217 triliun. Potensi ini pada dasarnya bukan sesuatu yang mengagetkan. Hal ini tentu saja dapat dilihat dari beberapa hal sebagai berikut:

• Jumlah penduduk Muslim di Indonesia, yaitu sekitar 86% dari 250 juta jiwa, atau sekitar 200 juta jiwa. Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Arab Saudi yang 100% Muslim saja hanya memiliki sekitar 30 juta jiwa. Berikut data jumlah penduduk Muslim 2011 di antara negara Islam:

No

Negara

Populasi

Muslim (%)

Total

1

Indonesia

240,271,522

86.10%

206,873,780

2

Pakistan

176,242,949

95%

167,430,802

3

India

1,166,079,217

13.40%

156,254,615

4

Bangladesh

156,050,883

83%

129,522,233

5

Turki

76,805,524

99.80%

76,651,913

6

Mesir

83,082,869

90%

74,774,582

7

Nigeria

149,229,090

50%

74,614,545

8

Iran

66,429,284

98%

65,100,698

9

Maroko

34,859,364

98.70%

34,406,192

10

Algeria

34,178,188

99%

33,836,406

11

Afghanistan

33,609,937

100%

33,609,937

12

Arab Saudi

28,686,633

100%

28,686,633


(dari berbagai sumber)

• Membaiknya kondisi perekonomian bangsa yang tentu saja menjadi salah satu represenstasi dari kondisi perekonomian masyarakat (Muslim).

Data BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan bahwa selama tiga tahun terakhir, terjadi peningkatan Pendapatan Perkapita penduduk di Indonesia, yaitu besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Sebagaimana diketahui bahwa pendapatan per kapita sering digunakan sebagai tolok ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara, semakin besar pendapatan per kapitanya, semakin makmur negara tersebut.

Berikut data perkembangan pendapatan perkapita Indonesia 3 tahun terakhir:

Tahun

Pendapatan Perkapita

Kenaikan dari tahun sebelumnya (%)

2009

23,9 juta

11,6 %

2010

27,1 juta

13,3%

2011

30,8 juta

13,8%


(dari berbagai sumber)

Jika dihitung per bulan, rata-rata pendapatan per kapita penduduk Indonesia sekitar Rp2,56 juta.

Dengan dasar asumsi bahwa mayoritas penduduk adalah Muslim, maka tentu saja kenaikan pendapatan sebagian besar terjadi pada keluarga Muslim. Dan dapat dipahami jika disebutkan bahwa terjadi peningkatan jumlah kelas menengah di Indonesia. Beberapa pengamat bahkan secara kuantitatif menyatakan bahwa setidaknya terjadi peningkatan sekitar 50 juta orang kaya baru.


Dari dua faktor diatas saja, maka potensi Rp217 triliun pertahun sebagaimana hasil penelitian Kemenag dan Baznas di atas, merupakan sesuatu yang cukup realistis. Katakanlah, jika dari 86% jumlah masyarakat Muslim, sekitar 60% merupakan muzakki, dan rata-rata membayar zakat sebesar Rp2 juta, maka zakat yang bisa terkumpul sekitar 248 Trilyun.

Jika dibandingkan dengan total APBN Indonesia 2012 sebesar Rp1,418 triliun, maka potensi zakat adalah seperempatnya. Sebuah angka yang sangat besar untuk penguatan dan pengembangan ekonomi ummat. Bahkan beberapa pihak ada yang menyebut potensi zakat umat Indonesia sebenarnya adalah sepertiga dari APBN.

Realisasi Penerimaan Zakat

Berapapun potensi yang bisa diestimasi dan diprediksikan, ternyata realitas penerimaan zakat hingga sekarang ini masih sangat jauh dari harapan. Pada tahun 2011 misalnya, data BAZNAS menunjukkan penerimaan masih berkisar sekitar Rp1,5 triliun. Angka ini tentu saja sangat jauh dari potensi yang ada.

Sebuah tantangan besar yang dihadapi oleh masyarakat Muslim umumnya, dan lembaga-lembaga zakat pada khususnya (baik BAZ maupun LAZ). Beberapa pengamat mensinyalir misalnya, kondisi tersebut disebabkan karena Indonesia bukan negara Islam. kalangan lain menyebut belum meratanya edukasi tentang zakat serta sumber daya pengelola yang kurang optimal.

Apapun alasan yang bisa dikemukakan, yang jelas kondisi tersebut patut menjadi perhatian, khususnya bagi kaum Muslim. Sebuah perjuangan besar harus dilakukan. Selain jumlah penduduk Muslim terbesar, kondisi penerimaan zakat yang cukup kecil tersebut berbanding terbalik dengan umur Islam di Nusantara ini yang bahkan sudah mencapai lebih dari 7 abad atau 700 tahun.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat distribusi zakat yang dilakukan secara personal. Hal ini menjadi tantangan tersendiri lagi, bagaimana seluruh komponen ummat Islam dapat dilakukan integrasi sehingga penerimaan dapat dilakukan secara optimal. Dengan optimalnya zakat, maka akan menjadi kekuatan ekonomi dahsyat. Terlebih hingga sekarang ini, setidaknya data BPS masih masih adanya sekitar 36 juta masyarakat miskin --dan sangat mungkin lebih dari 50 juta – di tengah semaraknya pertumbuhan ekonomi 6.5% yang sering disuarakan pemerintah.

Sebuah jalan panjang dan berliku masih hasrus dihadapi oleh Ummat Islam. Belum optimalnya zakat, berarti misi dan pesan penting yang terkandung dalam makna zakat belum dapat terpenuhi.

****
Noor Aziz
Direktur Zakat Watch
www.zakatwatch.org


Zakat Watch didedikasikan untuk kepentingan umum untuk kemanfaatan pengelolaan zakat di Indonesia. Aktivitasnya antara lain melakukan pengawasan, pembinaan dan advokasi pengelolaan zakat . Zakat Watch adalah organiasi masyarakat sipil atau Civil Society Organisation (CSO), bergerak secara non profit yang berkedudukan di Jakarta dan melaksanakan program di berbagai wilayah Indonesia.

Zakat Watch akan bekerjasama dengan para pemangku kepentingan dibidang pengembangan zakat di Indonesia dan menjalin kerjasama gerakan sejenis di dunia.

Zakat Watch menerima saran dan informasi terkait penyimpangan dan keluhan pengelolaan zakat untuk menguatkan data advokasi zakat. Informasi dapat disampaikan melalui email sekretariat@zakatwatch.org.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bencoolen Cofffee dan Warkop Digital Ciptakan Wirausaha Kopi Melalui Program Kartu Prakerja

Bencoolen Coffee, selaku penyedia pelatihan barista dan wirausaha kopi, siap memberikan pelatihan untuk peserta kartu prakerja gelombang 21

EKONOMI | 25 September 2021

Pupuk Indonesia Ajak Generasi Milenial Jadi Petani

Pemkab Banyuwangi dan Pupuk Indonesia menjalin kolaborasi dalam rangka mendukung petani milenial.

EKONOMI | 25 September 2021

Danone Dukung Pemkot Surabaya Capai Target Vaksinasi 100%

Danone Indonesia mendukung upaya Pemkot Surabaya mencapai target vaksinasi 100% dengan menggelar sentra vaksinasi Indonesia Maju di Kenjeran Park, Surabaya.

EKONOMI | 25 September 2021

Spektra Fair Lebarkan Sayap ke 65 Kota Besar Indonesia

Spektra Fair yang digelar FIF Group di 65 kota besar di Indonesia mulai tanggal 25 September 2021 hingga 2 Oktober 2021.

EKONOMI | 25 September 2021

Atasi Kemacetan, Pembangunan Jalur Puncak 2 Dinilai Perlu Segera Dilanjutkan

Pembangunan Jalur Puncak 2 yang menyambungkan Bogor dan Cianjur via Sentul terhenti sejak 2014 harus dilanjutkan.

EKONOMI | 25 September 2021

Antam Bangun Rumah Klinik Oksigen di Kawasan Pongkor

Pembangunan rumah klinik oksigen merupakan salah satu komitmen Antam dalam membantu mempercepat penanganan covid-19 di sekitar wilayah unit bisnis perseroan.

EKONOMI | 25 September 2021

Pemeliharaan Jalan Lintas Timur Sumatera Optimalkan Pembiayaan SBSN

Pemeliharaan jalan yang menggunakan dana SBSN dilaksanakan pada ruas Simpang Penawar-Gedong Aji Baru-Rawajitu dan Pematang Panggang-Simpang Bujung Tenuk.

EKONOMI | 25 September 2021

Ralali.com Gelar Gebyar Hasil Tani Bersama Mitra BUMDes Nusantara

Ralali.com berupaya membantu mewujudkan sistem pangan berkelanjutan melalui pemberdayaan hasil tani yang berkualitas.

EKONOMI | 25 September 2021

Saleh Husin Kedatangan Sahabat dari NTT

Managing Director Sinarmas Saleh Husin kedatangan tamu, sahabatnya dari Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).

EKONOMI | 25 September 2021

Berdikari Raih Pinjaman Rp 100 Miliar dari BJB untuk Transformasi Pangan

PT Berdikari (Persero) mendapat fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar dari BJB.

EKONOMI | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

Dua Film Indonesia Ramaikan Beijing International Film Festival 2021

HIBURAN | 5 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings