UMKM Terdampak Covid-19, Pemerintah Baru Keluarkan Program Jangka Pendek
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

UMKM Terdampak Covid-19, Pemerintah Baru Keluarkan Program Jangka Pendek

Rabu, 15 April 2020 | 18:58 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / EHD

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pekerja sektor informal seperti usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) menjadi sektor yang paling terdampak di tengah pandemi Covid-19.

Karena itu, menurut Dosen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Hempri Suyatna, perlu dirumuskan program bantuan yang tepat sasaran.

Menurutnya, saat krisis ekonomi menghantam Indonesia tahun 2008, sektor informal dan UMKM dianggap sebagai penyelamat perekonomian nasional. "Sekarang, UMKM justru menjadi yang paling terdampak," ujarnya, Rabu (15/04/2020).

Hempri menjelaskan, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran pada 2008 hanya 7 juta atau 5,34%, sedang di tahun 2019, mencapai 5,28% atau 7,5 juta orang, dan di tahun 2020 akan menunjukkan peningkatan.

"Data jumlah PHK (pemutusan hubungan kerja) per 11 april 2020 mencapai 1,5 juta orang, itu tidak termasuk buruh outsourcing yang harus dirumahkan," imbuhnya.

Sementara, ada 58,97 juta UMKM atau setara 99,99% mengalami kendala dalam produksi dan pemasaran di tengah wabah Covid-19. Sebagian besar bahkan harus gulung tikar.

Pemerintah pusat saat ini memang sudah mengeluarkan berbagai program untuk mengatasi masalah tersebut, misalnya, dengan Program Keluarga Harapan (PKH), kartu prakerja, program padat karya, realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19, penggratisan dan pemotongan biaya listrik, dan sebagainya.

Namun, semua program tersebut masih berupa penanganan jangka pendek. “Saya belum melihat skenario jangka panjang dari pemerintah. Setelah Covid-19 berlalu, kita masih perlu recovery dalam beberapa bulan untuk kemudian sektor informal itu bisa bergerak," tuturnya.

Pada tataran praktis, terkait pengalihan dana desa menjadi padat karya, Hempri mengamati beberapa desa di Kabupaten Sleman dan menurutnya, banyak dana desa tahap pertama sudah habis karena anggaran tersebut turun pada bulan Februari. "Untuk dana penanggulangan dampak Covid-19 ini belum bisa dilakukan karena dana tahap kedua belum turun," ujarnya.

Dikatakan, kondisi ini juga berdampak signifikan, di level bawah, praktis program belum berjalan dengan baik. "Termasuk kartu pra kerja, manajemen di level bawah untuk verifikasi, validasi data juga masih jadi problem. Ketika tidak dibenahi ini akan memberi dampak kurang baik bagi masyarakat ke depan," ungkap Hempri.

Hempri menyatakan, program-program tersebut bagus, tapi hanya memberikan stimulus jangka pendek, karena untuk dampak jangka panjang, belum bisa diperkirakan kapan pandemi corona berakhir. Dia menambahkan, stimulus ini hanya akan efektif ketika paling tidak ada beberapa poin yang dilakukan pemerintah. Yakni, validasi data masyarakat yang terdampak.

"Database menjadi satu soal. Kemudian yang kedua, tata kelolanya juga masih agak kurang. Misalnya ada banyak lembaga yang memiliki bantuan, tetapi masih parsial, belum terintegrasi dengan baik. Tidak kemudian terkoordinasi, misalnya di gugus tugas Covid-19," terangnya.

Terakhir, monitoring dan evaluasi terkait program-program yang ada. Sedangkan, untuk skenario jangka panjang dampak sosial ekonomi dari Covid-19, Hempri menyebutkan beberapa hal yakni program pengembangan peluang usaha baru atau alih profesi UMKM, mengembangkan kurikulum pemberdayaan UMKM terkait pendemi Covid-19 (mentalitas dan pendampingan psikologis), program pendampingan UMKM dengan pelatihan kapasitas produksi, pemasaran, dan konsultasi bisnis secara daring, serta pengembangan media daring/platform untuk transaksi jual beli UMKM.

Sementara itu, terpisah Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi menyatakan, verifikasi pelaku UMKM sedang dilakukan untuk kelengkapan stimulus fasilitas kartu pra kerja.

Nantinya, bantuan yang akan diterima dari pemerintah pusat tersebut sama dengan yang diusulkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Dikatakan, besaran bantuannya dari kementerian koperasi juga sebesar Rp 3.550.000 untuk satu pelaku UMKM.

Namun beberapa program bantuan akan diterima oleh pelaku UMKM di DIY yakni relaksasi pajak, penangguhan cicilan dan kartu Prakerja. Relaksasi pajak, juga melibatkan OJK, sementara untuk penangguhan cicilan dan kartu Pra Kerja, pihaknya masih terus melakukan pendataan hingga batas akhir di bulan April.

Terkait relaksasi pajak, pelaku UMKM di DIY benar-benar akan dibebaskan dari pajak penghasilan dengan pertimbangan kondisi UMKM di DIY.

Sementara itu diketahui, jumlah pelaku UMKM di DIY mencapai 236.000, dan Dinas Koperasi dan UKM DIY baru mengirim data 21.600 pelaku UMKM ke Kementrian Koperasi dan UKM.

“Data tersebut nantinya akan diajukan ke pemerintah pusat, dengan harapan mendapat bantuan stimulus akibat pandemi Covid-29. Baru 20.000 UMKM yang terverifikasi dan sudah melakukan pendaftaran di website milik Pemda DIY, ‘sibakul’," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

JALA.ai Bantu Naikkan Penjualan LRT City

JALA Dashboard menampilkan laporan evaluasi KPI penjualan pada setiap proyek yang bisa diakses kapan pun dan di manapun.

EKONOMI | 24 September 2021

Tidak Sesuai Kondisi di Lapangan, Milenial Diminta Kritis terhadap Kampanye Hitam Sawit Indonesia

Generasi milenial diminta kritis terhadap kampanye hitam sawit yang tidak sesuai fakta di lapangan dan bisa merugikan perekonomian nasional.

EKONOMI | 24 September 2021

Kemendag Thailand Gandeng Blibli Buka TopThai Official Store

Pembukaan TopThai Officialstore sebagai upaya mengenalkan beragam produk dari negeri Gajah Putih kepada masyarakat Indonesia.

EKONOMI | 24 September 2021

Dialog dengan UMKM di Solo, Airlangga Diminta Jadi Pembina Komunitas UMKM Usaha

Airlangga yang meninjau langsung kegiatan pelaku UMKM di Solo diminta menjadi pembina Komunitas UMKM Usaha.

EKONOMI | 24 September 2021

IHSG Dibuka Menguat Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,14% ke 6.151,2 pada awal perdagangan hari ini, Jumat (24/9/2021).

EKONOMI | 24 September 2021

IHSG Berpeluang Menguat, Cermati Saham-saham Ini

Valbury Sekuritas Indonesia menyarankan para investor untuk cermati saham BBRI, BBTN, PTBA, PGAS, WIKA, ANTM.

EKONOMI | 24 September 2021

Bursa Asia Dibuka Menguat, Investor Terus Pantau Krisis Evergrande

Nikkei 225 Tokyo naik 1,71%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,26%, Kospi Korea Selatan naik 0,32%.

EKONOMI | 24 September 2021

Program Padat Karya Tata Guna Irigasi Kementerian PUPR Serap 190.000 Tenaga Kerja

Capaian PKY P3TGAI sudah sebesar 95,68% senilai Rp 2,4 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 190.958 orang di 10.735 lokasi.

EKONOMI | 24 September 2021

Tol Solo-Yogyakarta-Bandara YIA Kulon Progo Mulai Konstruksi

Kementerian PUPR dan BUJT telah memulai pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulon Progo sepanjang 96,57 km.

EKONOMI | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Perlawanan pada Junta Militer Meluas, PBB: Kondisi Myanmar Mengkhawatirkan

Perlawanan pada Junta Militer Meluas, PBB: Kondisi Myanmar Mengkhawatirkan

DUNIA | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings