Dewan Pers: Banyak Media Langgar Kode Etik

Dewan Pers: Banyak Media Langgar Kode Etik
Jumat, 25 Juni 2010 | 11:50 WIB

Dewan Pers menilai, banyak media melakukan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik ketika memberitakan kasus video seks artis, karena memuat bagian atau potongan rekaman video tersebut.

Ketua Dewan Pers, Bagir Manan menjelaskan, banyak media yang terlalu jauh mengeksploitasi aspek seksual video seks artis tanpa mempertimbangkan hal itu bisa diakses oleh siapa pun.
 
Dalam kasus video seks itu, media menurut Bagir, juga tidak mampu memilah dengan benar antara urusan publik dan pribadi, sehingga banyak pemberitaan yang didominasi oleh hal-hal yang seharusnya lebih layak didiskusikan di ruang privat.
 
“Meskipun ada undang-undang keterbukaan informasi publik, pers juga harus ingat ada hal yang harus menjadi pengecualian dalam kaitannya dengan keterbukaan informasi publik, seperti privasi dan medis. Ada the right to be alone,” kata Bagir, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, hari ini.
 
Agar pemberitaan yang dilakukan oleh media saat ini bisa lebih proporsional dan tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, Bagir mengimbau insan pers khususnya pemimpin redaksi untuk memeriksa kesiapan dan kelayakan reporter mereka di lapangan.
 
Selain itu para reporter juga harus dipastikan telah secara komprehensif memahami kode etik dan sanggup menerapkannya dalam proses peliputan.
 
“Kemerdekaan pers adalah hal yang prinsip di alam demokrasi tapi tentunya itu semua harus didampingi dengan Kode Etik Jurnalistik supaya pers menjadi lebih bertanggung jawab, berkode etik dan disiplin. Sehingga pelanggaran yang nantinya bisa menjadi dasar untuk memerkarakan insan pers bisa dihindari,” kata Bagir.
Sumber: -