Harga Properti Sekunder di Jatim Turun 20 Persen
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Harga Properti Sekunder di Jatim Turun 20 Persen

Rabu, 22 April 2020 | 23:29 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Terdampak pandemi Covid-19, pasar properti untuk produk secondary market di wilayah Jawa Timur (Jatim) dipastikan merosot tajam. Pasalnya, harga jual terkoreksi hingga 20 persen.

Baca Juga: Arebi Jatim Dorong Broker Garap Lelang Properti

Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Jatim, Rudy Sutanto mengatakan, saat ini banyak pemilik properti sekunder yang menjual propertinya. Selain untuk mempertahankan cashflow, juga karena tidak mau harganya akan jatuh lebih dalam.

"Pasalnya, saat ini harga properti sekunder sudah turun sekitar 20 persen, dengan stok yang bisa dibilang cukup banyak,” kata Rudy kepada Beritasatu.com, di Surabaya, Rabu (22/4/2020).

Menurut Rudy, sebenarnya saat ini adalah waktu yang tepat bagi para investor yang ingin berinvestasi di properti. Dengan harga yang sudah terkoreksi cukup tajam, investor berpeluang mendapatkan gain yang lebih besar ketika pasar nanti sudah membaik.

Baca Juga: Pasar Rumah Sekunder di Jatim Masih Menjanjikan

"Ada petuah begini, belilah pada saat bad situation. Karena ada penurunan harga atau harga miring dari pemiliknya yang membutuhkan dana untuk mempertahankan cashflow usahanya. Atau juga tidak ada dana untuk meneruskan cicilan inhouse atau KPR,” ujarnya.

Beberapa investor, sambung Rudy, tampaknya memahami betul petuah itu sehingga tetap berinvestasi di tengah pandemi Covid-19. “Mereka mulai melakukan viewing dengan broker anggota Arebi untuk melihat properti mana saja yang cocok untuk dibeli. Ada yang sudah memberikan tanda jadi atau uang muka sambil melihat perkembangan situasi sambal menunggu waktu yang pas untuk akta jual beli. Ini kesempatan baik bagi investor karen harga sudah di bawah pasar,” tandas Rudy.

Menurut Rudi, jenis properti yang masih menarik di tengah pandemi Covid-19, selain rumah baik primer maupun sekunder, juga pergudangan banyak peminat. Sebab, suplai pergudangan tidak banyak. Apalagi yang dekat jalan tol, masih banyak yang berminat.

Baca Juga: Arebi Dorong Peningkatan Kapasitas Agen Properti

"Kami kira pergudangan yang masih stabil sekarang. Prospeknya masih bagus untuk investasi. Sebab suplainya juga tidak terlalu banyak,” tandasnya.

Rudy menambahkan, meskipun di tengah penyebaran Covid-19, anggota Arebi Jatim tetap optimistis dengan bisnis yang digelutinya. Hal itu karena umumnya mereka sudah menerapkan pola penjualan secara online. Sehingga, ketika diberlakukan kebijakan work from home (WFH) mereka tetap bisa menawarkan berbagai properti ke klien.

"Kebijakan WFH disikapi dengan baik anggota Arebi. Sebab kita sudah menerapkan revolusi 4.0 pada angota kami. Sehingga saat WFH mereka masih bisa memberikan informasi yang update kepada konsumen yang memerlukan properti,” pungkas Rudy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tanggapi Kecurigaan Jokowi, Ferry Juliantono: Pemerintah Tak Berdaya Hadapi Mafia Pasar

Harga barang naik karena terjadi kongkalikong antara mafia dan pengusaha.

EKONOMI | 22 April 2020

Pandemi Covid-19, Pengembang Pacu Penyelesaian Proyek

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan komitmen PT Indopasifik Indahtama untuk melanjutkan pembangunan Pacific Garden.

EKONOMI | 22 April 2020

LPDB Belum Pernah Kucurkan Pembiayaan untuk Gerakan Papua Muda

LPDB tidak ada pemberian pinjaman kepada PT PMI untuk pembiayaan program Gerakan Papua Muda.

EKONOMI | 22 April 2020

Besok, Jasa Marga Mulai Rekonstruksi Pengerasan Jalan Tol Jakarta-Tangerang

Pekerjaan pemeliharaan jalan mulai dilaksanakan di Km 23+865 sampai Km 23+560 arah Jakarta pada Kamis (23/42020) pukul 09.00 WIB sampai dengan hari Minggu.

EKONOMI | 22 April 2020

Covid-19, Ini Pola Restrukturisasi yang Disarankan Guna Penyelamatan Ekonomi

Diperlukan perangkat regulasi untuk melakukan terobosan penyelamatan bisnis telah diatur melalui skema hukum perdata khusus.

EKONOMI | 22 April 2020

Wall Street Menguat Ditopang Rebound Harga Minyak Dunia

Bursa Amerika Serikat atau Wall Street dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (22/4/2020), ditopang oleh menguatnya harga minyak dunia.

EKONOMI | 22 April 2020

Phapros Siap Produksi 1 Juta Kotak Multivitamin

PT Phapros Tbk (PEHA) bersiap memproduksi 1 juta kotak multivitamin merek Becefort, yang memiliki kombinasi kandungan vitamin C dan vitamin E.

EKONOMI | 22 April 2020

Setelah Diverifikasi, Peserta Kartu Prakerja Gelombang I Menyusut Jadi 168.000

Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan kuota awal sebanyak 200.000 peserta.

EKONOMI | 22 April 2020

PP Energi Terima Pengunduran Diri Lukman Adi Prananto

PP Energi menyebutkan, Lukman Adi Prananto telah menyadari kesalahannya dan telah melayangkan permohonan maaf secara tertulis kepada manajemen dan kepada publi

EKONOMI | 22 April 2020

Pemerintah Sedang Finalisasi Relaksasi Kredit Kecil di Perbankan

"Yang kami akan finalkan dengan Pak Menko, OJK, dan BI adalah kredit kecil yang ada dalam perbankan yang hampir sama nilainya dengan KUR," kata Sri Mulyani.

EKONOMI | 22 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS