Faisal Basri: Kebijakan Penanganan Covid-19 Buat Ekonomi Makin Susah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 473 (3)   |   COMPOSITE 5928 (36)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1400 (9)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 165 (0)   |   IDX30 468 (3)   |   IDX80 126 (1)   |   IDXBASIC 1227 (10)   |   IDXBUMN20 356 (1)   |   IDXCYCLIC 731 (2)   |   IDXENERGY 739 (7)   |   IDXESGL 128 (1)   |   IDXFINANCE 1321 (3)   |   IDXG30 132 (1)   |   IDXHEALTH 1286 (0)   |   IDXHIDIV20 414 (2)   |   IDXINDUST 951 (6)   |   IDXINFRA 866 (4)   |   IDXMESBUMN 101 (0)   |   IDXNONCYC 729 (10)   |   IDXPROPERT 870 (3)   |   IDXQ30 134 (0)   |   IDXSMC-COM 279 (1)   |   IDXSMC-LIQ 330 (3)   |   IDXTECHNO 3335 (-0)   |   IDXTRANS 1037 (10)   |   IDXV30 125 (1)   |   INFOBANK15 950 (2)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 403 (2)   |   ISSI 174 (1)   |   JII 570 (5)   |   JII70 202 (1)   |   KOMPAS100 1121 (7)   |   LQ45 880 (6)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1578 (9)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 299 (2)   |   PEFINDO25 291 (4)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 291 (2)   |   SRI-KEHATI 338 (2)   |   TRADE 872 (0)   |  

Faisal Basri: Kebijakan Penanganan Covid-19 Buat Ekonomi Makin Susah

Jumat, 24 April 2020 | 18:20 WIB
Oleh : Herman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri mengkritisi kebijakan pemerintah yang selama ini tidak fokus pada masalah utama menghentikan penyebaran virus corona atau Covid-19, sehingga hal ini akan berdampak pada semakin lamanya pemulihan ekonomi.

Salah satu yang disorotinya adalah terlambatnya melakukan tes Covid-19. Jumlahnya baru 50.000 atau 214 per 1 juta penduduk. Kondisi inilah yang membuat kasus Covid-19 di Indonesia sulit diprediksi kapan akan mencapai puncaknya dan kemudian akan menurun.

“Ekonomi itu akan melakukan reaksi setelah jelas apa yang dilakukan pemerintah untuk menangani pandemi ini, sementara yang dilakukan pemerintah tidak jelas yang membuat ekonomi makin susah. Berapapun dana yang digelontorkan, ini seperti mengisi air di ember yang bocor. Jadi secanggih-canggihnya penanganan ekonomi, itu akan sia-sia apabila menangani Covid-19 secara amatiran seperti sekarang ini,” kata Faisal Basri diskusi online dengan tema “Ongkos Ekonomi Hadapi Krisis Covid-19” yang diadakan Katadata, Jumat (24/4/2020).

Menurut Faisal, dana stimulus yang telah diumumkan pemerintah harusnya juga difokuskan untuk melakukan tes Covid-19 dalam jumlah yang lebih besar lagi.

“Intinya itu adalah tes. Ayo kita beli, kita upayakan, kemudian kita lipatgandakan menjadi 10 kali lipat dari sekarang. Itu yang saya lihat dananya ke arah situ sangat terbatas. Ingat, yang harus kita fokuskan adalah melawan Covid-19, tetapi yang saya lihat ini lambat sekali. Laboratorium hanya 37, hanya 2.000 sehari,” ujar Faisal.

Faisal juga mengkritik indikator yang digunakan pemerintah dalam menetapkan Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) di suatu wilayah. "PSBB baru diizinkan, indikatornya korban yang meninggal. Ini yang bikin repot," ujar Faisal.

Begitu juga kebijakan pelarangan mudik yang menurutnya sangat terlambat. Setelah jutaan orang keluar meninggalkan Jabodetabek, larangan itu baru dikeluarkan.

"Hal-hal ini yang membuat kita nggak bisa tahu sampai kapan virus ini berlangsung. Kita sudah kecolongan banyak. Misalnya Iran sudah turun kasusnya, kita naik terus tidak tahu sampai kapan. Puncaknya mungkin saja setelah Lebaran karena sudah banyak yang mudik," ujar Faisal.

Dengan penanganan yang seperti ini, menurut Faisal, anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah untuk menanggulangi dampak Covid-19 terhadap ekonomi akan menjadi semakin besar. Ia juga mengatakan pemerintah tidak perlu berharap perekonomian bisa tumbuh dalam kondisi seperti saat ini.

“Ekonomi Indonesia kemungkinan hanya tumbuh 0,5 persen. Kalau pesimisnya bisa minus 2 persen sampai 2,5 persen. Ini akibat penanganan yang bertele-tele dan tidak ada koordinasi yang baik di dalam pemerintah,” kata Faisal.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kempupera Gelontorkan Rp 2,2 T untuk Irigasi di 10.000 Lokasi

Selain mengurangi angka pengangguran dan menjaga daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur irigasi.

EKONOMI | 24 April 2020

Bank Banten Kesulitan Likuiditas, Wahidin: Masyarakat Tak Perlu Panik

Kondisi Bank Banten tidak likuid dan mengalami stop kliring.

EKONOMI | 24 April 2020

AS Bantu RI Rp 46 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Kerja sama ASEAN-AS diusulkan dibuat dalam skema jangka pendek dan jangka panjang.

EKONOMI | 24 April 2020

Merger Bank Banten, Bank BJB Gelar Due Diligence

Sinergi bisnis akan dilakukan dengan teliti dan hati-hati sesuai prinsip tata kelola yang baik dalam upaya penguatan perbankan nasional.

EKONOMI | 24 April 2020

Anggaran Infrastruktur Dasar Ibu Kota Baru Dialihkan Tangani Covid-19

Anggaran penyiapan infrastruktur dasar Ibu Kota baru telah dialihkan untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

EKONOMI | 24 April 2020

BBRI dan BBCA Pimpin Saham Teraktif

PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan frekukensi 36.414 kali.

EKONOMI | 24 April 2020

Ini Daftar Saham Top Gainer dan Top Loser

PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) naik Rp 280 (12,7 persen) mencapai Rp 2.480.

EKONOMI | 24 April 2020

Garuda Setop Penerbangan di 8 Wilayah PSBB

Delapan wilayah yang penerbangannya disetop sementara yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Pekanbaru, Makassar, Sumatera Barat, Banjarmasin, dan Tarakan,

EKONOMI | 24 April 2020

Upaya Danone SN Menjaga Produksi di Tengah Pandemi Covid-19

Usaha Danone Specialized Nutrition termasuk industri yang diperbolehkan untuk tetap beroperasi di masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 24 April 2020

Garuda Setop Penerbangan yang Terhubung dengan 8 Wilayah PSBB

Garuda Indonesia menghentikan sementara penerbangan yang terhubung ke Jakarta, Surabaya, Bandung, Pekanbaru, Makassar, Sumatera Barat, Banjarmasin, dan Tarakan.

EKONOMI | 24 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS