Pembeli Saham Bisnis UMKM di Santara Akan Tercatat di KSEI

Pembeli Saham Bisnis UMKM di Santara Akan Tercatat di KSEI
Santara sebagai perusahaan layanan urun dana atau equity crowdfunding (ECF) resmi menjalin kerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Santara)
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 28 April 2020 | 18:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Santara sebagai perusahaan layanan urun dana atau equity crowdfunding (ECF) resmi menjalin kerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Baca: Santara, Platform Urun Dana Pertama Raih Izin OJK

Kerja sama tersebut terjalin sebagai tindak lanjut atas terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 37/POJK.4/2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi lnformasi.

Melalui POJK tersebut, penyelenggara layanan urun dana (ECF) wajib melakukan penitipan efek pada lembaga penyimpanan dan penyelesaian di pasar modal yaitu KSEI.

"Sebagai perusahaan yang diawasi OJK, Santara berusaha untuk memenuhi semua regulasi yang berlaku. Selain agar aktivitas usaha tetap ada di lingkup ketentuan yang berlaku, juga menjadi praktik tata kelola perusahaan atau GCG yang baik di internal,” kata Chief Business Officer Santara, Krishna T Wijaya, melalui keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Selasa (28/4/2020).

Baca: KSEI, BP Tapera dan BRI Teken MoU Tapera

Dalam layanan ECF, KSEI berperan sebagai tempat pendaftaran efek ECF yang diterbitkan tanpa warkat. Dengan didaftarkannya efek ECF tersebut di KSEI, seluruh kepemilikan efek ECF akan dicatatkan di dalam rekening efek atas nama investor ECF yang dikelola oleh KSEI.

Sementara, penyelenggara ECF seperti Santara berperan sebagai penyedia platform yang mempertemukan pencari modal dan calon pemodal.

Setelah melakukan penyelesaian proses administratif, Santara dan KSEI selanjutnya akan melakukan tahapan penyesuaian teknis dalam beberapa periode ke depan.

Baca: Santara Jalin Sinergi dengan Kemkop dan UKM

Pemodal akan mendapat akses lebih mudah untuk mendapat data mutasi dan data kepemilikan efek. Pemodal juga jadi lebih mudah untuk melakukan konsolidasi laporan portfolio miliknya.

Selain itu, bagi masyarakat yang baru memulai investasi juga bisa mendapatkan single investor identification (SID) layaknya investor di pasar modal.

Tercatat hingga minggu ke-1 bulan April 2020, Santara telah mengumpulkan dana sebesar Rp 40 miliar yang disalurkan kepada 34 penerbit dengan jumlah member terdaftar lebih dari 104.036 orang. Pertumbuhan ini menjadikan Santara market leader di industri ECF saat ini, jika dibandingkan dengan ECF lainnya.

Baca: OJK Pangkas Jam Perdagangan di Bursa

"Pertumbuhan yang positif ini, selain menjadi pelecut semangat Santara untuk harus tumbuh lebih baik lagi, juga menyisakan harapan, agar proses bisnis layanan urun dana yang dijalankan oleh Santara ini dapat memberikan kebermanfaatan secara lebih luas bagi pelaku UMKM di Indonesia," kata CEO Santara, Avesena Reza.



Sumber: BeritaSatu.com