Rupiah Perkasa di Rp 15.295/Dolar AS

Rupiah Perkasa di Rp 15.295/Dolar AS
Karyawan bank menghitung uang rupiah dan dolar AS di sebuah bank di Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Lona Olavia / MPA Rabu, 29 April 2020 | 16:21 WIB


Jakarta, Beritasatu.com-Nilai tukar rupiah bergerak cukup baik terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (29/4). Sentimen pelaku pasar yang sedang bagus membuat rupiah perkasa. Pada perdagangan hari ini, begitu dibuka, rupiah langsung menguat 0,2 persen di Rp 15.350 per dolar AS dan tak lama kemudian penguatan bertambah menjadi 0,33 persen di Rp 14.330 per dolar AS. Rupiah pun menjadi mata uang dengan kinerja terbaik kedua di Asia. Berdasarkan data Bloomberg, posisi kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 0,97 persen ke Rp 15.295 per dolar AS.

“Dalam perdagangan hari ini rupiah ditutup menguat 150 point di level 15.295 dari penutupan sebelumnya. Sedangkan untuk perdagangan besok rupiah akan kembali menguat di level 15.190-15.390,” kata Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim, Rabu (29/4/2020).

Ia mengatakan, penguatan rupiah karena tiga faktor eksternal dan satu internal. Dari eksternal, pertama, pasar akan mengawasi untuk melihat apakah bank sentral AS memberikan petunjuk tentang jalur kebijakan di masa depan setelah merespons kehancuran ekonomi pandemi Covid-19 dengan memangkas suku bunga, membeli obligasi dan mendukung pasar kredit. The Fed akan mengeluarkan pernyataan pada 1800 GMT, diikuti oleh konferensi pers dengan Chairman The Fed Jerome Powell pada 1830 GMT.

Kedua, kasus Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus, mencapai 1 juta di Amerika Serikat semalam tetapi fokus investor kini semakin meningkat pada rencana untuk melonggarkan pembatasan dan memulihkan ekonomi yang terpukul. Kepercayaan konsumen AS merosot ke level terendah enam tahun bulan ini, data menunjukkan semalam. Pasar bersiap untuk PDB triwulanan, diterbitkan pada 1230 GMT, yang diperkirakan menunjukkan kontraksi 4%.

Ketiga, minyak mentah berjangka di New York tersungkur sebanyak 30 persen setelah United States Oil Fund LP (USO) mengatakan akan memindahkan seluruh uang yang diinvestasikannya dalam kontrak minyak WTI Juni mulai hari ini. Hal tersebut memicu pergerakan besar dalam hubungan harga antara kontrak Juni dan Juli.

Sedangkan, dari internal yakni dalam menangani pandemi virus corona, pemerintah Indonesia memilih menggunakan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Daerah yang ingin menerapkan PSBB harus mendapat restu dari pemerintah pusat cq Kementerian Kesehatan. 



Sumber: BeritaSatu.com